AS mengerahkan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah pada Senin untuk memperkuat posisinya di kawasan tersebut.
Kapal induk kelas Nimitz memasuki kawasan itu “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform perusahaan media sosial AS, X.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah protes baru-baru ini di Iran berubah menjadi kekerasan dan mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa, menurut pemerintah Iran.
Pada puncak aksi protes awal bulan ini, Trump memperingatkan pemerintah Iran bahwa ia akan “datang menyelamatkan” para demonstran jika kekuatan mematikan digunakan terhadap mereka.
Beberapa hari kemudian, ia mendorong para pengunjuk rasa untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga dengan menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Ia juga memperingatkan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan, yang oleh banyak pihak di Iran ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran Lebih Siap
Iran pada Senin mengatakan bahwa mereka “lebih siap dari sebelumnya” untuk menanggapi setiap potensi serangan terhadap Iran. Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan situasi tersebut sebagai “perang hibrida”, merujuk pada perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025 serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel.
Baghaei mengatakan ancaman dan “klaim tanpa dasar” terus datang dari AS dan Israel, dengan mengutip pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai kapal-kapal perang AS yang bergerak menuju Teluk Persia.
Baghaei juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja.
Juru bicara itu menegaskan kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai konsekuensi dari setiap serangan militer AS, serta mendesak mereka untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman AS.
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri tersebut.
Para komandan militer senior Iran pun menegaskan pentingnya persatuan di antara angkatan bersenjata dan menyatakan kesiapan mempertahankan negara “hingga titik darah penghabisan” di tengah apa yang mereka sebut sebagai ancaman potensi serangan AS.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler