UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Benarkah Netanyahu Tewas? Ini Penelusuran Kantor Berita Turki dan Misteri yang Belum Terjawab

BANDA ACEH – Kabar tentang pemimpin Zionis Israel Benjamin Netanyahu tewas terkena serangan balasan rudal-rudal Iran, mencuat belakangan.Di berbagai platform media sosial (medsos) mengabarkan tentang Netanyahu yang sudah tewas sejak beberapa hari yang lalu.

Namun rezim penjajahan masih menutup-nutupi kematian si penjahat perang, dan pelaku genosida di Palestina tersebut.

Anadolu Agency di Turki, menelusuri kebenaran informasi tentang matinya Netanyahu itu. Tetapi penelusuran yang dilakukan oleh kantor berita tersebut, baru sebatas permintaan tanggapan dari otoritas zionis di Israel tentang desas-desus matinya Netanyahu versi banyak informasi yang betebaran di media sosial.

Melalui korespondennya di Tel Aviv, Anadolu mengatakan otoritas penajajahan di Israel menolak klaim kematian Netanyahu itu.

“Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantan klaim-klaim di media sosial yang menyatakan bahwa ia (Netanyahu) telah tewas dibunuh dalam serangan Iran,” begitu kata Anadolu Agency, Ahad (15/3/2026).

Kepada koresponden Anadolu di wilayah penjajahan Israel, otoritas zionis itu mengatakan, klaim di media sosial atas kematian Netanyahu itu palsu.

“Itu adalah berita-berita palsu. Perdana menteri (Netanyahu) dalam keadaan baik-baik saja,” begitu pernyataan kantor pusat penjajahan di Israel, seperti diberitakan Anadolu.

Informasi tentang kematian Netanyahu baru-baru ini semakin mencuat di berbagai platform media sosial. Banyak yang meyakini, Netanyahu sudah tewas terkena serangan rudal balasan Iran beberapa hari yang lalu.

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan suara ledakan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota lain, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia baru saja memulai operasi militer berskala besar di Iran.

Trump menambahkan, “Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran.”

Presiden AS mengatakan, “Rezim Iran adalah kelompok jahat yang terdiri dari orang-orang kejam dan buruk… Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.”

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa Tel Aviv telah melancarkan serangan kedua terhadap Iran, dan seorang pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pasukan Amerika Serikat turut serta dalam serangan tersebut, yang diperkirakan akan berskala besar dan tidak terbatas pada serangan terbatas.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.