BANDA ACEH — Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh masih berdampak pada permukiman warga hingga Rabu, 4 November 2026.
Sebanyak 2.255 rumah di Subulussalam terdampak, sementara ratusan warga Aceh Selatan mengungsi.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan BPBD setempat pada Selasa, 3 November 2026, banjir dipicu hujan deras dan luapan sungai di sejumlah daerah.
2.255 Rumah di Subulussalam Terdampak
Banjir di Kota Subulussalam berdampak pada 23 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Selain rumah warga, jalan desa, lahan pertanian, sekolah, dan tempat ibadah turut terendam.
Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti menyampaikan, “dampak material 2.255 unit rumah, lalu jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah serta tempat ibadah terendam banjir,” dalam laporan yang disampaikan di Banda Aceh, Selasa.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu, 24 Oktober 2026, memicu luapan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit.
Sebanyak 32 kepala keluarga dilaporkan mengungsi. Air mulai surut di sejumlah titik Kecamatan Sultan Daulat, tetapi permukiman di Kecamatan Rundeng dan Longkib masih tergenang.
Ratusan Warga Aceh Selatan Mengungsi
Di Kabupaten Aceh Selatan, banjir melanda tiga gampong di Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah. Data BPBA mencatat 794 jiwa dari 222 kepala keluarga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Mudatsir mengatakan, “Banjir di kawasan Trumon Raya terus meluas. Jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 205 jiwa. Sedangkan warga terdampak sebanyak 794 jiwa.”
Para pengungsi dievakuasi menggunakan perahu karet. Banjir terjadi setelah luapan sungai merendam permukiman warga sejak akhir Oktober hingga awal November.
Petugas Masih Memantau Kondisi Lapangan
BPBD setempat mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan pemantauan ketinggian air. Sejumlah wilayah mulai mengalami penyusutan genangan, tetapi rumah warga masih terdampak.
Masyarakat di kawasan rawan banjir diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit sungai apabila hujan deras kembali turun.
Hingga Rabu, 4 November 2026, data yang tersedia masih mengacu pada laporan terakhir BPBA dan BPBD pada 3 November. Jumlah warga terdampak maupun pengungsi dapat berubah mengikuti pembaruan petugas di lapangan.(*)


















































































































Komentar Terbaru