ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Sejarawan: Menteri Muda Awal Republik Matang Ditempa Pergerakan, Menlu Sugiono Dinilai Sekadar “Barbie”

BANDA ACEHSejarawan JJ Rizal membandingkan kualitas kepemimpinan para menteri muda di masa awal Republik Indonesia dengan figur menteri muda saat ini.

Menurutnya, usia muda bukan persoalan, selama kematangan intelektual, moral, dan pengalaman perjuangan menjadi fondasi utama.

JJ Rizal menuturkan bahwa pada masa awal republik, sejumlah menteri bahkan berusia di kisaran 20-an tahun.

Namun, mereka bukan figur instan. Para menteri muda itu telah digembleng lama dalam pergerakan nasional yang keras dan penuh risiko.

“Di masa awal republik ada menteri-menteri yang sangat muda, usia 20-an. Tapi mereka matang. Mereka ditempa dalam pergerakan yang mempersyaratkan kekuatan intelektual, moral, dan keberanian,” ujar JJ Rizal, Senin (26/1/2026).

Berita Lainnya:
KPK: Uang Korupsi Rp24 Miliar Bupati Pekalongan Harusnya Bisa Bangun 400 Rumah

Ia menambahkan, kematangan para tokoh muda kala itu justru terlihat dari kesederhanaan hidup dan sikap mereka.

Penampilan bukan fokus utama, melainkan gagasan, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen pada kepentingan bangsa.

“Pakaian mereka sederhana, tapi kualitas personalnya menonjol. Mereka tahu apa yang diperjuangkan dan untuk siapa kekuasaan dijalankan,” katanya.

Sebaliknya, JJ Rizal melontarkan kritik keras terhadap Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga berusia relatif muda.

Menurutnya, kemudaan Sugiono tidak dibarengi dengan kedalaman pemikiran dan kematangan kenegarawanan.

“Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis, rapi, tapi lebih seperti ‘barbie’. Penampilan ada, tapi tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas,” kritiknya.

Berita Lainnya:
Panic Buying BBM di Jember: Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

JJ Rizal menilai, jabatan strategis seperti menteri luar negeri menuntut kapasitas lebih dari sekadar citra.

Ia menekankan pentingnya rekam jejak intelektual, keberanian moral, serta pemahaman mendalam terhadap sejarah dan posisi Indonesia di panggung global.

Menurutnya, perbandingan ini penting agar publik tidak terjebak pada glorifikasi usia muda dan tampilan luar, tetapi kembali menilai substansi kepemimpinan.

“Masalahnya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak. Dan kematangan itu tidak bisa dibeli dengan jas necis,” pungkas JJ Rizal.

image_print
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya