BANDA ACEH – Kolaborasi lintas benua yang melibatkan lebih dari 20 organisasi riset dan konservasi mencatat terobosan besar dalam studi migrasi kupu-kupu monarch.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil melacak perjalanan individu kupu-kupu monarch menempuh ribuan kilometer dari Amerika Utara hingga lokasi hibernasi di Meksiko.
Pencapaian itu dimungkinkan berkat penggunaan pemancar ultraringan dan jaringan pelacakan berbasis perangkat sehari-hari. Inisiatif ini tergabung dalam Project Monarch, proyek kolaboratif yang digagas Cellular Tracking Technologies (CTT) bersama Cape May Point Arts & Science Center (CMPASC).
Dalam proyek tersebut, para peneliti memasang lebih dari 400 pemancar BlūMorpho pada kupu-kupu monarch selama musim migrasi gugur 2025.
Pemancar bertenaga surya itu hanya berbobot sekitar 60 miligram dan bekerja dengan frekuensi Bluetooth, sehingga dapat terdeteksi tidak hanya oleh stasiun pemantau satwa liar, tetapi juga oleh ponsel pintar melalui aplikasi khusus.
Terobosan ini berawal dari tantangan pada 2015 untuk menciptakan alat pelacak yang cukup ringan agar tidak mengganggu kemampuan terbang kupu-kupu monarch.
Setelah hampir satu dekade pengembangan, CTT memadukan chipset generasi baru, panel surya mikro, serta teknik manufaktur presisi untuk menghasilkan pemancar yang dinilai aman bagi serangga tersebut.
Jaringan pelacakan berkembang pesat sejak 2023 seiring keterlibatan ribuan ilmuwan komunitas.
Titik balik terjadi pada akhir 2024, ketika seekor kupu-kupu yang dijuluki Lionel menghasilkan jejak migrasi beresolusi tinggi pertama, dengan ratusan deteksi hingga wilayah Florida.
Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi penerapan teknologi Blū+ dalam skala benua. Pada musim gugur 2025, pemancar dipasang di berbagai titik dari Kanada hingga Kuba.
Data yang terkumpul menunjukkan kupu-kupu monarch mampu melintasi danau besar, kawasan perkotaan, hingga lanskap yang terus berubah, tanpa indikasi dampak negatif terhadap perilaku maupun tingkat kelangsungan hidupnya.
Hingga awal November 2025, sejumlah kupu-kupu yang telah ditandai terdeteksi memasuki Cagar Biosfer Kupu-Kupu Monarch di Meksiko, lokasi utama hibernasi spesies tersebut.
Para peneliti berharap dapat melanjutkan riset dengan melacak perjalanan pulang ke utara pada musim semi 2026.
Studi lanjutan itu diharapkan membuka babak baru dalam pemahaman ilmiah tentang migrasi salah satu serangga paling ikonik di dunia, sekaligus memperkuat upaya konservasi kupu-kupu monarch yang populasinya terus terancam. (source: Monarch Joint Venture)































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler