Bencana Sumatera
BANDA ACEH – Sebanyak 1.050 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kegiatan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
Pembekalan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, bertempat di Ruang Hall Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan pembekalan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Mustanir.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan komitmen untuk terlibat langsung dalam KKN Kebencanaan melalui program PKM Berdampak.
Prof. Mustanir menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa USK di tengah masyarakat terdampak bencana harus menjadi problem solver, bukan sebaliknya.
“Mahasiswa USK harus hadir di tengah masyarakat sebagai problem solver, bukan menjadi problem maker.
Semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan, seperti kondisi lingkungan yang tidak ideal, keterbatasan air bersih, serta pola aktivitas yang tidak teratur.
Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan kesehatan sebelum terjun ke lapangan.
Lebih lanjut, Prof. Mustanir menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan serta berkontribusi melalui pendampingan anak-anak terdampak bencana, termasuk kegiatan trauma healing, pendampingan belajar, mengajar mengaji, serta berperan aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa proposal yg masuk ke DPPM mencapai 609 proposal.
Dari hasil evaluasi sebanyak 203 proposal Program Mahasiswa Berdampak didanai secara nasional dan USK berhasil memperoleh 21 proposal yg didanai.
Capaian ini menempatkan USK sebagai penerima program yg paling banyak didanai dari 82 Perguruan Tinggi pengusul.
Hasil ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi oleh LPPM USK, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan.
“Melalui Program Mahasiswa Berdampak dan KKN Kebencanaan ini, saya berharap mahasiswa mampu menebar kebaikan, menjaga nama baik USK, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” tutupnya.




























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler