BANDA ACEH – Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat menjadi korban penganiayaan aparat setelah dituduh menggunakan spons sebagai bahan dagangannya, memutuskan tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, itu mengaku telah memaafkan oknum yang terlibat dan memilih menganggap peristiwa yang dialaminya sebagai musibah.
“Sudah baikan (damai),” kata Sudrajat usai bertemu aparat kepolisian dan TNI di sebuah mushala pada Selasa (27/1) tengah malam, diwartakan Kompas.com.
Dalam pertemuan tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Keduanya terlihat mencium tangan serta memeluk Sudrajat. Ikhwan juga menyampaikan permintaan maaf kepada istri Sudrajat.
MENGAKU ALAMI KEKERASAN FISIK BERTUBI-TUBI
Pria berusia 49 tahun itu menceritakan tidak hanya menerima tuduhan tak berdasar dari oknum aparat di lokasi jualannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, tetapi juga mengalami perlakuan yang dinilainya tidak seharusnya diterima.
Mengutip unggahan di media sosial, Sudrajat menyebut dirinya mengalami kekerasan fisik berulang. Ia mengaku sempat dipukul di bagian wajah.
“Saya luka, muka saya ditonjok,” akunya.
Sudrajat juga mengungkapkan dagangan miliknya dirusak oleh aparat, lalu dilemparkan ke wajahnya.
“Es-nya dibejek-bejek sama dia (polisi), dilempar ke muka saya,” bebernya.
Tidak ketinggalan ia menyebut mendapat cambukan di bagian pundak kanan.
“Pundak sebelah kanan saya sakit karena disabet pakai selang,” tuturnya.
Sudrajat bahkan menyatakan sempat ditendang oleh oknum aparat.
“Saya ditendang pakai sepatu dan disuruh minum air comberan,” ungkapnya.
Meski demikian, Sudrajat menyebut peristiwa pemukulan dan penganiayaan tersebut sebagai ujian hidup yang diterimanya dengan lapang dada. Ia mengaku tidak memiliki keinginan agar para oknum yang terlibat diproses secara hukum atau dijatuhi sanksi lebih berat.
“Pada maaf semua, (saya) udah ikhlas dari (karena) Allah. Namanya musibah kan, Allah Maha Kuasa udah tahu,” katanya.
Keputusan tersebut diambil agar ia bisa kembali berjualan dan menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarganya. Selama 30 tahun berjualan es gabus, Sudrajat mengaku sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup sebagai pedagang kecil.
“Alhamdulillah bantuan banyak, ada TV, kulkas, elektronik, perabotan. Saya juga mau naik haji ama anak bini,” ucapnya.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler