BANDA ACEH – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dibohongi oleh tukang es gabus yang sedang viral, Suderajat (50). Ia sampai syok saat kebohongan itu terungkap.Sebelumnya Suderajat menjadi sorotan publik usai dituduh barang dagangannya mengandung spons oleh aparat polisi dan TNI di Kemayoran, Jakarta Pusat. Videonya dengan cepat viral di sosial media.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dokkes, es yang dijual aman untuk dikonsumsi. Dua oknum polisi dan TNI itu pun kemudian meminta maaf dan kini menerima sanksi dari institusi masing-masing.
Atas kejadian ini, pria yang akrab disapa Jajat itu mendapatkan simpati publik. Dia diberondong bantuan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Namun, dia justru nekat membohongi Dedi Mulyadi. Ia mengaku tinggal di kontrakan, padahal punya rumah sendiri.
“Gini pak saya punya rumah dijual sama orang tua saya, di Mangga Besar. Rp 40 juta zaman dulu, tapi saya dikasih Rp 200 ribu, saya dibohongin sama orang tua saya,” katanya, dikutip dari TribunnewsBogor, Jumat (30/1/2026).
Kemudian orang tuanya membeli rumah di Kabupaten Bogor.
“Rumahnya dijual sama ade,” kata Jajat.
Lalu Jajat mengaku tinggal di kontrakan bersama istri dan anak.
“Ngontrak deket Citayam, sebulan Rp 850 ribu,” katanya.
Pada kenyataannya cerita Suderajat ternyata tidak benar. Ketua RW di Rawapanjang, Kabupaten Bogor, mengatakan bahwa Suderajat tinggal di rumah milik sendiri, bukan ngontrak.
“Dari 2007, 19 tahun, gak (ngontrak) rumah sendiri. Karena sekarang dapat bantuan rutilahu (rumah tidak layak huni),” katanya.
Mendengar itu Dedi Mulyadi langsung merasa kesal pada Jajat.
“Babeh (Jajat) bilangnya ngontrak, bohong sih. Beh, kenapa sih babeh bohong terus ?” kata Dedi.
“Minta maaf, minta maaf,” jawab Jajat.
“Bukan urusan minta maaf, babeh gak boleh bohong. Jadi babeh rumah sendiri ?” tanya Dedi.
“Tapi hancur rumahnya,” timpal Jajat.
Ketua RW menjelaskan rumah itu merupakan pemberian dari orang tua Jajat.
“Tanah sendiri, dari bapaknya. Rumah dibelii rumah dari almarhum orang tuanya,” katanya.
Padahal sebelumnya Suderajat bercerita orang tuanya menjual rumah di Mangga Besar lalu ia hanya kebagian Rp 200 ribu.
“Babeh ngebohong sama saya, dia bilang ke saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu,” kata Dedi.
Ketua RW mengatakan 2007 silam orang tua Jajat membeli rumah di lokasi tersebut seharga Rp 40 juta.
“Yang di jakarta. Dia kasih Rp 200 ribu doang, Saya digebug sama orang tua saya,” kata Jajat.
“Gak boleh. Maksud saya, babeh gak boleh bohong. Gak apa-apa sama saya gak masalah, tapi babeh berdosa sama orang tuanya. Orang tuanya udah ngasih rumah tapi sama babeh bilangnya gak dikasih,” kata Dedi Mulyadi.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler