BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menempati peringkat keempat kampus riset terbaik nasional versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2025.
Kampus ini juga tercatat sebagai perguruan tinggi dengan kinerja riset terbaik di luar Pulau Jawa.
Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Ar-Raniry berada di bawah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor.
Kampus ini mengungguli sejumlah perguruan tinggi besar lain, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.
Capaian ini menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang masuk lima besar nasional. Penilaian SIR didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial.
Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi kampus dalam memperkuat tata kelola riset.
“Ini hasil kerja kolektif sivitas akademika. Kami terus mendorong budaya riset yang berkualitas dan berdampak luas,” kata Mujiburrahman, Rabu, (4/2/2026).
Menurut Mujib, UIN Ar-Raniry secara berkelanjutan meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Saat ini, kampus tersebut mengelola 125 jurnal ilmiah dan prosiding yang terhimpun dalam Pusat Pengelolaan Jurnal UIN Ar-Raniry.
Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional, dengan empat jurnal berperingkat Sinta 1 yang terindeks Scopus, enam jurnal Sinta 2, serta sisanya tersebar di Sinta 3 hingga Sinta 5.
Selain itu, beberapa jurnal UIN Ar-Raniry menorehkan capaian internasional. Jurnal El-Usrah tercatat sebagai jurnal antropologi terbaik di Asia versi Scimago Journal Rank (SJR) 2025 dengan skor 0,73.
Tiga jurnal lainnya yakni Samarah (SJR: 0.92), Islam Futura (SJR; 0.38, dan Petita (SJR; 0.26) masuk dalam kategori Q1, kuartil tertinggi di kancah jurnal internasional bereputasi.
UIN Ar-Raniry juga aktif membangun kolaborasi riset internasional. Bersama Universiti Kebangsaan Malaysia, kampus ini menyelenggarakan The 3rd Samarah International Conference on Islamic Family Law dan The First El-Usrah International Conference di Selangor pada akhir 2024.
Konferensi tersebut diikuti 128 pemakalah dari Indonesia, Malaysia, dan Turki, dengan seluruh artikel dipublikasikan di jurnal Q1 yang dikelola UIN Ar-Raniry.
Pada tahun yang sama, dua dosen UIN Ar-Raniry masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025 yang dirilis Universitas Stanford bekerja sama dengan Elsevier, yakni Muhammad Siddiq Armia dan Mursyid Djawas.





























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Untuk Mengatasi lupa PIN (BRimo) Anda bisa menghubungi CS BRi…
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Berita Terpopuler