BANDA ACEH – Peserta didik Jurusan Manajemen Perkantoran LP3I College Banda Aceh menggelar seminar bertajuk “Persiapan Memasuki Dunia Kerja di Era Digital: Membangun Portofolio Digital”, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang A–B LP3I College Banda Aceh dan diikuti oleh puluhan peserta.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh peserta didik kelas OS-049 sebagai bagian dari mata kuliah Business Presentation yang diampu oleh Susilawati S.Kom., M.Kom. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.10 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 44 orang yang terdiri dari peserta didik dan dosen.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars LP3I. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia dan sambutan dari Branch Manager LP3I College Banda Aceh yang sekaligus menyerahkan cinderamata kepada narasumber.
Seminar ini menghadirkan Arif Maulizar, praktisi F&B Branding dan Brand Strategist Social Media Specialist, yang juga merupakan pendiri @mow.project, @mow.picture, dan @ruangceria.anak. Materi seminar difokuskan pada pentingnya portofolio digital sebagai salah satu bekal utama peserta didik dalam menghadapi dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Arif menjelaskan bahwa portofolio digital merupakan bukti nyata kompetensi seseorang karena berisi dokumentasi keterampilan, pengalaman, sertifikat, hingga hasil karya yang pernah dibuat. Menurutnya, portofolio yang disusun dengan baik dapat memberikan nilai tambah di mata dunia industri.
“Portofolio digital yang kuat menunjukkan kualitas kerja, konsistensi pengembangan diri, serta kedisiplinan dalam membangun kompetensi,” ujar Arif.
Ia juga menyoroti sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan dalam membangun portofolio digital, di antaranya tidak fokus pada satu bidang, menampilkan terlalu banyak karya tanpa tujuan yang jelas, serta kurang konsisten dalam mengembangkan dan mempublikasikan karya.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Salah satu pertanyaan yang mencuat berasal dari peserta didik yang menanyakan cara membangun kepercayaan diri untuk mempublikasikan karya. Menanggapi hal tersebut, Arif mendorong peserta didik untuk berani memulai tanpa menunggu kesempurnaan.
“Jangan takut salah dan jangan takut tidak disukai. Mulai saja dan terus posting karya sekecil apa pun, karena dari hal kecil itu kita bisa berkembang menjadi lebih baik,” katanya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diselingi dengan ice breaking, pembagian kue, serta doorprize kepada peserta. Acara ditutup dengan pembagian hadiah berdasarkan nomor undian, penutupan resmi, dan sesi dokumentasi.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler