NASIONAL
NASIONAL

Ini Risiko Indonesia Jika Bangun Kerja Sama Drone dengan Iran

BANDA ACEH – Iran menawarkan kerja sama pengembangan pesawat tanpa awak (drone) kepada Indonesia. Tawaran itu terbilang cukup menarik, mengingat teknologi drone Teheran yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.Pesawat tanpa awak negara Mullah itu telah menjadi momok menakutkan buat Israel. Namun tak hanya untuk kebutuhan militer tapi juga drone buat kebutuhan sipil.

Iran memiliki sejumlah seri drone, seperti Shared, Moajer, Arash, Kaman hingga Karra. Qoads Aviation Industries merupakan perusahaan yang selam ini mengembangkan pesawat tanpa awak negara itu.

Salah satu kelebihan dari drone Iran yakni, mereka mampu membuat pesawat tanpa awak dengan biaya cukup murah. Sebuah laporan menyebut biaya produksi Iran berkisar antara 35.000 hingga 40.000 dolar AS per unit sementara produsen AS bisa mematok harga 41 juta dolar AS untuk model sebanding.

Berita Lainnya:
Perundingan dengan AS di Oman, Iran Tetap Tegas Tolak Hentikan Pengayaan Uranium

Jika Indonesia, mau menerima pengembangan drone dari Iran, maka Jakarta bukan negara pertama untuk produksi pesawat tanpa awak itu. Pada 17 Mei 2022, Iran meresmikan pabrik drone di negara tetangganya, Tajikistan. Pabrik tersebut secara resmi merupakan fasilitas produksi drone pertama Iran di luar negeri .

Hanya saja harus diakui, dibandingkan dengan negara lain seperti Turki yang juga punya kemampuan tak kalah hebat dalam pengembangan drone, kerja sama RI-Iran akan lebih sulit.

Ini mengingat Iran telah menjadi ‘incaran’ negara-negara Barat khususnya terkait pengembangan senjata yang dinilai menjadi sebuah ancaman. Iran selama ini menjadi salah satu pemasok utama drone ke Rusia.

Pengamat Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) Agung Nurwijoyo mengakui kerja sama dengan Iran dalam pengembangan teknologi drone memang mengandung risiko. Agung menilai potensi tekanan dari negara lain sangat mungkin terjadi, meski tidak selalu terbuka.

Berita Lainnya:
Respons Wali Kota Bekasi usai Nyaris Diserang Warga Pakai Golok saat Tertibkan PKL

“Potensi adanya tekanan tentu ada dan sangat mungkin meski tidak selalu secara terbuka dan frontal. Pressure by layers. Kita mungkin tidak akan dimusuhi tapi ada ukuran ulang dari tingkat kepercayaan strategis,” katanya kepada Republika. 

Ia menyebut tekanan dapat meningkat drastis apabila kerja sama drone itu berkaitan langsung dengan pertahanan dan konflik Timur Tengah. Karena itu, ia menilai penting bagi Indonesia untuk menegaskan kerangka kerja sama.

“Pandangan saya, tekanan akan meningkat drastis jika drone terkait langsung dengan pertahanan/militer dan konflik di Timur Tengah. Tentu poin terakhir ini bukan dalam konteks terseret secara militer tapi narasi dan persepsi memfasilitasi normalisasi teknologi konflik,” ujarnya.

image_print
1 2 3
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...
Update Terbaru
A

Redaksi

17 Feb 2026

Bedah Buku – Novum Organum
A

Redaksi

16 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Redaksi

16 Feb 2026

Serangkai Puisi Delia Rawanita
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata itu Seperti Apa?
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata, Mengangkat Fakta
A

Redaksi

15 Feb 2026

Sertifikat Tanah Jahannam
A

Redaksi

14 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Azharsyah Ibrahim

14 Feb 2026

Dinamika Praktik Gala Tanoh di Aceh
A

Redaksi

13 Feb 2026

Bongkar Buku – MADILOG
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya