Sambut kemuliaan bulan suci Ramadhan 2026 M/1447 H dengan informasi terpercaya seputar Ibadah, Hikmah.

Selengkapnya
Thumbnail

Jelang Ramadhan, Israel Tahan Imam Al-Aqsa Muhammad Ali Abbasi dan Larang Masuki Kompleks Masjid

Thumbnail

5 Cara Aman Berpuasa Bagi Penderita Asam Lambung

Thumbnail

Hasil Sidang Isbat, Awal Puasa Ramadhan 2026 Dimulai pada Kamis 19 Februari

NASIONAL
NASIONAL

SMRC: Prabowo Jangan Ikuti Jokowi Peralat Hukum untuk Serang Lawan Politik

BANDA ACEH – Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai hukum yang dijadikan sebagai alat terhadap lawan Politik merupakan praktik yang terjadi era kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

“Weaponization of law itu adalah praktik yang terjadi sejak zaman Jokowi dan berlanjut sampai sekarang,” ujar Saidiman kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Dia menekankan, Prabowo memang tidak perlu melanjutkan tradisi yang sangat merusak ini, karena Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sudah mendapatkan dukungan dari semua partai politik.

“Tidak ada urgensi bagi dia untuk memperalat hukum demi menjaga loyalitas partai-partai politik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. Prabowo menekankan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat untuk menyerang lawan politik.

Berita Lainnya:
Pilu! Ternyata Anak SD yang Bunuh Diri di Ngada Harus Bayar Uang Sekolah Rp1,2 Juta

Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

“Kita bertekad ya, saya bertekad, patuhi hukum! Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik, tapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjain lawan politik, tidak boleh. Dan saya tidak mau dan saya sudah buktikan,” tegas Prabowo.

Sebagai kepala negara yang memegang mandat rakyat, Prabowo mengatakan dirinya bertanggung jawab memastikan supremasi hukum berjalan dengan benar. Prabowo bahkan menegaskan keberaniannya mengambil langkah konstitusional, apabila menemukan adanya ketidakadilan.

“Saya buktikan saya berani abolisi, saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu,” ujar Prabowo.

Berita Lainnya:
Krisis Tata Kelola Amerika Serikat yang Terungkap melalui Keterlibatan Illinois dalam Jaringan WHO

Presiden ke-8 itu juga menekankan pentingnya standar pembuktian yang kuat dalam setiap putusan pengadilan. Ia menyebut tidak boleh ada putusan hukum yang menimbulkan keragu-raguaan.

“Jadi pengadilan kita harus memberi keputusan yang adil, beyond a reasonable doubt. Keputusan itu harus beyond a reasonable doubt. Harus tidak boleh ada keragu-raguan sedikit pun,” jelasnya.

Menurutnya, apabila masih terdapat kemungkinan terdakwa tidak bersalah, maka negara tidak boleh menjatuhkan keputusan final yang merugikan pihak tersebut.

“Kalau ada kemungkinan bahwa terdakwa itu mungkin tidak bersalah, kita tidak boleh memberi keputusan yang final kepada mereka itu,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, kepastian hukum menjadi fondasi utama stabilitas nasional. Tanpa sistem hukum yang adil dan bersih, negara tidak akan mampu mencapai keberhasilan jangka panjang.

image_print
1 2
Geser »
A

Fathinah Shabirah

17/02/2026

Kejati Aceh Bagikan 560 Paket Daging Meugang

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Meugang yang Basah
A

Redaksi

17 Feb 2026

Buku ( Tak) Terlarang
A

Dr Mohd Abbas Abdul Razak

17 Feb 2026

Awakening the Soul in Ramadhan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Bedah Buku – Novum Organum
A

Redaksi

16 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Redaksi

16 Feb 2026

Serangkai Puisi Delia Rawanita
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata itu Seperti Apa?
A

Tabrani Yunis

15 Feb 2026

Melukis Kata, Mengangkat Fakta
A

Redaksi

15 Feb 2026

Sertifikat Tanah Jahannam
A

Redaksi

14 Feb 2026

Sandaran yang Patah
A

Azharsyah Ibrahim

14 Feb 2026

Dinamika Praktik Gala Tanoh di Aceh
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya