NASIONAL
NASIONAL

Heboh di Malam Pertama Ramadan, Bule Ngamuk di Musala Gili Trawangan karena Suara Tadarus

BANDA ACEH – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga negara asing (WNA) mengamuk di depan musala di Gili Trawangan viral di media sosial.Insiden itu terjadi di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat warga tengah menggelar tadarusan pada malam pertama Ramadan.

Dalam rekaman video yang beredar, perempuan bule tersebut terlihat berteriak di depan musala ketika warga sedang mengaji menggunakan pengeras suara.

Aksinya memicu perhatian warga sekitar hingga terjadi keributan.

Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa perempuan tersebut merasa terganggu dengan suara tadarusan yang diperdengarkan melalui speaker.

“Yang dia permasalahkan itu kegiatan tadarusannya, karena dia terganggu oleh suara speaker itu,” ujar Husni, seperti dilansir detikBali, Kamis (19/2/2026).

Berita Lainnya:
Istana Putuskan Utang Whoosh Dibayar APBN, Purbaya Diduga "Tak Berkutik" – Didesak Mundur

Menurut Husni, situasi memanas ketika perempuan tersebut masuk ke dalam musala dengan tujuan menghentikan kegiatan tadarusan.

Tidak hanya berteriak, ia juga dilaporkan merusak mikrofon yang digunakan warga untuk mengaji.

“Akhirnya dia datang ke musala, kemudian langsung marah-marah dan ngerusak mikrofon segala macam,” tuturnya.

Keributan pun tak terhindarkan. Perempuan itu terlibat adu mulut dengan sejumlah warga yang mencoba menenangkan situasi.

Dalam insiden tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka cakaran saat berusaha mengamankan keadaan.

“Bahkan ada salah satu warga itu luka. Dia cakar orang, karena saling bela diri kan. Bahkan salah satu tokoh di musala itu sampai jatuh dibuat,” kata Husni.

Berita Lainnya:
Profesi Paling Dicari 5 Tahun Kedepan, Jangan Salah Pilih Jurusan Kuliah

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat Gili Trawangan dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang dihuni banyak wisatawan mancanegara.

Insiden tersebut juga memunculkan perbincangan terkait toleransi serta aturan penggunaan pengeras suara di kawasan wisata.

Hingga kini, pihak setempat telah berupaya menenangkan situasi dan memediasi permasalahan agar tidak berlarut-larut.

Aparat dan tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah.

Momentum Ramadan yang seharusnya menjadi ajang ibadah dan kebersamaan pun sempat diwarnai ketegangan akibat insiden tersebut.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan aktivitas ibadah dapat berjalan dengan aman serta kondusif.

image_print
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Meugang yang Basah
A

Redaksi

17 Feb 2026

Buku ( Tak) Terlarang
A

Dr Mohd Abbas Abdul Razak

17 Feb 2026

Awakening the Soul in Ramadhan
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya