UPDATE

ACEH
ACEH

Bupati Aceh Besar Ajak OPD Lebih Proaktif Jemput Anggaran Pusat

BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) menggelar rapat peningkatan kinerja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jum’at (13/2/2026).

Pada rapat tersebut, Syech Muharram turut serta para asisten Sekdakab Aceh Besar dan tim khusus Bupati Aceh Besar berharap pertemuan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen jajaran pemerintah daerah dalam menindaklanjuti berbagai program strategis yang telah dibahas di tingkat kementerian, lembaga, maupun pemerintah provinsi.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya keseriusan dan konsistensi OPD dalam mengawal setiap usulan program ke pemerintah pusat. Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, dirinya mendapati sejumlah usulan daerah kerap tidak ditindaklanjuti secara optimal oleh OPD, sehingga peluang bantuan dan dukungan dari kementerian menjadi terhambat.

Advertisements

“Banyak kementerian yang sebenarnya siap membantu daerah, tetapi mereka menunggu keseriusan dari kita. Jangan hanya datang sekali, menyampaikan proposal, lalu selesai tanpa komunikasi lanjutan. Minimal dua sampai tiga kali hadir untuk memastikan progresnya. Kalau sudah serius, barulah komunikasi bisa dilanjutkan melalui pertemuan virtual,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Bupati juga menyampaikan hasil koordinasinya dengan sejumlah kementerian. Di Kementerian Sosial Republik Indonesia, ia membahas progres pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun di Bukit Meusara, Kota Jantho, pada Agustus 2026. Namun, berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lokasi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti akses jalan yang belum memadai, ketersediaan sanitasi dan air bersih, keterbatasan listrik, belum adanya dokumen Amdal, serta belum jelasnya status sertifikat lahan.

“Ini harus segera dibenahi. Jangan sampai program besar gagal hanya karena persoalan teknis dan administrasi yang tidak kita tuntaskan,” ujarnya.

Selain itu, bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Bupati membahas kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna membantu petani Aceh Besar yang saat ini menghadapi kondisi kekeringan. Ia menyebutkan, tanaman padi di sejumlah wilayah sedang memasuki fase dara atau menjelang berisi, sehingga membutuhkan dukungan pengairan dan peralatan pertanian secara cepat dan tepat.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bupati membahas penguatan digitalisasi sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan berbasis teknologi di Aceh Besar.

1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.