Tak hanya di tingkat pusat, Bupati juga menekankan pentingnya OPD aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Aceh. Ia mengingatkan bahwa Aceh Besar merupakan daerah penyangga ibu kota provinsi, sehingga sudah seharusnya memiliki akses dan perhatian yang proporsional dalam alokasi program dan anggaran.
“Jangan hanya ke pusat, ke provinsi juga harus kita jemput bola. Aceh Besar ini penyangga provinsi. Jangan sampai aliran dana provinsi justru lebih besar mengalir ke kabupaten yang jauh dari ibu kota provinsi dibandingkan dengan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar kepala OPD tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK). Menurutnya, APBK merupakan anggaran rutin yang setiap tahun pasti ada dan tidak perlu ditunggu secara pasif.
“APBK itu tidak perlu ditunggu. Kita diam saja di kantor pun APBK itu tetap ada. Yang saya inginkan, kepala OPD jangan hanya berpikir pada APBK. Harus proaktif menjemput APBA, APBN, bahkan membuka peluang kerja sama dengan pihak lain, baik swasta maupun lembaga non-pemerintah,” ujarnya dengan tegas.
Ia menambahkan, kemampuan menghadirkan sumber pembiayaan alternatif akan menjadi indikator kinerja dan inovasi setiap OPD. Dengan begitu, pembangunan di Aceh Besar tidak semata bergantung pada kemampuan fiskal daerah, tetapi juga ditopang oleh sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga memaparkan perkembangan rencana pembangunan RSUD Aceh Besar, pembangunan cabang kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Kota Jantho, serta rencana penyediaan lahan untuk pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Ia menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, yang menawarkan hibah tanah milik UIN di Kecamatan Kuta Baro untuk pembangunan RSUD Aceh Besar. Selain itu, pihak UIN juga menyetujui rencana pembukaan Program Pascasarjana di Kota Jantho.
“Ini sejalan dengan visi kami bersama Wakil Bupati Aceh Besar H. Syukri A. Jalil. Kota Jantho bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga harus menjadi kota pendidikan. Dengan hadirnya Pascasarjana UIN dan nantinya IPDN, kita ingin membangun pusat pengembangan sumber daya manusia di Aceh Besar,” ujarnya.
Di akhir rapat, Bupati kembali menegaskan bahwa perubahan pola pikir, keberanian berinovasi, serta kesungguhan dalam mengawal program menjadi kunci utama percepatan pembangunan.
“Semua ini untuk kemaslahatan masyarakat Aceh Besar. Saya ingin OPD bekerja serius, progresif, dan tidak menunggu. Kita harus aktif mencari peluang, memperjuangkan anggaran, dan memastikan setiap kesempatan yang ada bisa kita bawa pulang untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. []






























































































Beri Komentar