NASIONAL
NASIONAL

Gelagat Pemilik Toko Emas Semar Sebelum Digeledah Bareskrim, Jarang ke Nganjuk tapi Kerap Bepergian

BANDA ACEH  – Terungkap gelagat atau tingkah laku juragan emas pemilik Toko Emas Semar kawasan Pasar Wage, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, yang digeledah penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (19/2/2026). 

Juragan emas asal Surabaya ini pasutri berinisial TW dan DB (sebelumnya disebut DF) yang berusia sekira 60-70 tahun.

Keduanya sudah merintis Toko Emas Semar sejak tahun 1976.   

Meski memiliki toko emas di Nganjuk, namun ternyata keduanya menjalankan usaha ini tidak langsung alias dari jauh. 

Mereka bahkan jarang ke Nganjuk untuk mengawasi penjualan emas di tokonya. 

Padahal mereka juga memiliki rumah mewah di Jalan Diponegoro, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. 

Koordinator Pasar Wage, Mulyadi mengatakan pemilik Toko Emas Semar berdomisili di Surabaya, tepatnya berlokasi di Jalan Tampomas 3, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. 

Berita Lainnya:
Usai Fitnah Penjual Es Gabus, Serda Heri Purnomo Ditahan 21 Hari

Mulyadi menyebut, dalam setahun pemilik toko emas ini hanya empat kali datang ke Nganjuk. 

“Pemilik sekira 3 bulan sekali menyambangi toko emas,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, Toko Emas Semar sudah ada di Pasar Wage sejak lama. 

“Sejak Pasar Wage diresmikan pada 1976, toko emas ini sudah beropeasi,” ucapnya. 

Kerap Bepergian dengan sopir Pribadi 

Menurut tetangga di Surabaya berinisial HN (55), pasutri juragan emas ini kerap bepergian dengan mobil yang dikemudikan sopir pribadi. 

Meski demikian para tetangganya kurang mengenal sosoknya karena cenderung tertutup.

“Namanya enggak tahu. Gak tahu kumpul. Tertutup. Dia naik mobil, kalau turun, ya langsung masuk. Sopirnya aja. Gak tahu ngobrol. Jarang gak pernah (nyapa). Termasuk istrinya, sama, masuk ke dalam, gak pernah keluar. Istrinya bosnya,” ujarnya kepada TribunJatim.com, pada Jumat (20/2/2026). 

Berita Lainnya:
Viral Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora Jakbar, Warga Resah

Setahu HN, bangunan rumah tersebut sudah dibeli pasutri tersebut sejak sekitar 10-an tahun lalu, senilai sekitar tiga miliar rupiah. 

Bahkan, mereka juga membeli bangunan rumah tepat di seberang depan yang difungsikan sebagai area parkir pribadi untuk mobil. 

Bangunan rumah dua lantai tersebut difungsikan sebagai tempat produksi peleburan emas. 

Seingat HN, terdapat dua orang karyawan yang dipekerjakan oleh pasutri tersebut untuk mengolah emas. 

Tempat kerjanya berada di area terdalam ruangan rumah tersebut.

Sering Terima Tamu Luar Kota

Nah, HN mengungkapkan, rumah tersebut kerap menerima tamu yang hendak meleburkan emas menjadi emas batangan dari wilayah lain. 

Hal tersebut diketahuinya dari kode pelat nomor Polisi pada kendaraan para tamu yang terparkir di rumah tersebut. 

image_print
1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
A

Tabrani Yunis

18 Feb 2026

Kelas Afirmasi Masih Perlu
A

Novita Sari Yahya

17 Feb 2026

Percakapan Sunyi di Ambang Kekuasaan
A

Redaksi

17 Feb 2026

Meugang yang Basah
A

Redaksi

17 Feb 2026

Buku ( Tak) Terlarang
A

Dr Mohd Abbas Abdul Razak

17 Feb 2026

Awakening the Soul in Ramadhan
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya