Keberadaan jembatan gantung ini memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Burni Bius dan sekitarnya. Selama ini, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan dengan kondisi jalan licin dan arus sungai yang meningkat. Dengan terbangunnya jembatan baru, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kegiatan sosial masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan aman.
Salah satu warga Desa Burni Bius, Ibu Rusni (52), mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu membangun jembatan ini. Selama ini kami kesulitan kalau mau ke dusun sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini sudah selesai, tentu akan sangat memudahkan kami membawa hasil kebun dan anak-anak juga lebih aman saat pergi ke sekolah,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh warga. Antusiasme dan dukungan masyarakat setempat menjadi motivasi tambahan bagi para prajurit untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Dengan progres yang telah menembus angka 51 persen, pembangunan Jembatan Gantung Burni Bius menunjukkan perkembangan yang positif dan signifikan. Sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga tahap akhir pengerjaan, sehingga jembatan ini nantinya dapat difungsikan sebagai sarana penghubung yang kokoh, aman, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta kemajuan wilayah Kecamatan Silih Nara dan sekitarnya. []


















































































































