Sementara itu, kasus ABK kapal menunjukkan bagaimana jaringan narkoba internasional kerap memanfaatkan rute laut dan melibatkan individu tanpa latar belakang kriminal sebelumnya.
Hal ini mendorong diskusi tentang perlunya pendekatan penegakan hukum yang tidak hanya menindak, tetapi juga memperhatikan aspek rehabilitasi dan pencegahan agar warga tidak terjebak dalam jaringan tersebut secara tidak sadar.
Kasus eks Kapolres Bima dan ABK kapal pengangkut sabu 2 ton menunjukkan dua wajah serius permasalahan narkoba di Indonesia: integritas penegak hukum dan kompleksitas jaringan transnasional.
Publik berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat menghasilkan putusan yang adil, sekaligus mendorong perbaikan sistem pengawasan internal dan strategi pencegahan narkoba yang lebih komprehensif.



















































































































