LINGKUNGAN
LINGKUNGAN

Misteri “Great Dying” Terkuak: Runtuhnya Hutan Tropis Bikin Bumi Panas Jutaan Tahun

BANDA ACEH – Sekitar 252 juta tahun yang lalu, kehidupan di Bumi mengalami pukulan paling dahsyat sepanjang sejarah: peristiwa kepunahan massal yang dikenal sebagai “Great Dying” (Kepunahan Besar) yang memusnahkan sekitar 90% kehidupan.

Keruntuhan pada akhir Permian ini hampir saja mengakhiri seluruh kehidupan di Bumi. Sekitar 90 persen spesies di planet ini musnah, termasuk sekitar 96 persen makhluk laut dan 70 persen hewan darat.

Apa yang terjadi setelah kepunahan massal tersebut telah lama membingungkan para ilmuwan. Bumi menjadi sangat panas dan tetap demikian selama 5 juta tahun.

Sebuah tim peneliti internasional mengatakan bahwa mereka kini telah menemukan alasannya menggunakan sejumlah besar fosil—dan semuanya berkaitan dengan hutan tropis.

Temuan mereka, yang diterbitkan tahun 2025 lalu di jurnal Nature Communications, mungkin membantu memecahkan sebuah misteri ini.

Berita Lainnya:
TNI dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Trumon Aceh Selatan

Kepunahan massal besar Great Dying adalah yang terburuk dari lima peristiwa kepunahan massal yang pernah terjadi sepanjang sejarah Bumi. Kepunahan ini menandai berakhirnya periode geologi Permian.

Hal ini dikaitkan dengan periode aktivitas vulkanik di wilayah yang dikenal sebagai Siberian Traps (kawasan batuan vulkanik luas di Rusia bagian utara-tengah), yang melepaskan sejumlah besar karbon dan gas-gas penyebab pemanasan planet lainnya ke atmosfer, sehingga menyebabkan pemanasan global yang intens. Akibatnya, sejumlah besar tumbuhan dan hewan laut serta darat mati, ekosistem runtuh, dan lautan menjadi asam.

Namun, yang kurang jelas adalah mengapa suhu menjadi sangat tinggi dan mengapa kondisi “efek rumah kaca super” bertahan begitu lama, bahkan setelah aktivitas vulkanik berhenti?

Runtuhnya Hutan Tropis

“Tingkat pemanasannya jauh melampaui peristiwa lainnya,” kata Zhen Xu, penulis studi dan peneliti di School of Earth and Environment di University of Leeds.

Berita Lainnya:
Satgas Bencana Ekologis Aceh–Sumatra Dinilai Sekadar Upaya “Cuci Tangan” Negara

Beberapa teori berkisar pada lautan dan gagasan bahwa panas ekstrem memusnahkan plankton penyerap karbon, atau mengubah komposisi kimia lautan sehingga kurang efektif dalam menyimpan karbon.

Namun para ilmuwan dari University of Leeds di Inggris dan China University of Geosciences berpendapat bahwa jawabannya mungkin terletak pada titik kritis iklim: runtuhnya hutan tropis.

Peristiwa kepunahan Great Dying unik “karena ini satu-satunya peristiwa di mana semua tumbuhan mati,” kata Benjamin Mills, penulis studi dan profesor evolusi sistem Bumi di University of Leeds.

Untuk menguji teori tersebut, mereka menggunakan arsip data fosil di Tiongkok yang telah dikumpulkan selama beberapa dekade oleh tiga generasi ahli geologi Tiongkok.

1 2
Geser »

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
A

Novita Sari Yahya

22 Feb 2026

Dari Data ke Empati
A

Redaksi

22 Feb 2026

Atas Nama Bencana
A

Fileski Walidha Tanjung

21 Feb 2026

Sebuah Upaya Mengembalikan Hati ke Pusat Peradaban
A

Novita Sari Yahya

20 Feb 2026

Ibu yang Menjaga Api Kehormatan
A

Asmaul Husna

20 Feb 2026

Nyanyian Rindu
A

Redaksi

20 Feb 2026

Bedah Buku – Of Grammatology
A

Rosadi Jamani

20 Feb 2026

Kadis Kesehatan Itu Gugur di Meja Kerja
A

Paulus Laratmase

20 Feb 2026

Fenomena, Kekuasaan, dan Realitas Sosial
A

Tabrani Yunis

20 Feb 2026

Perjalanan Suci Sang Mentari
A

Redaksi

20 Feb 2026

Personal Branding
A

Redaksi

20 Feb 2026

Filosofi Jarimu
A

Tabrani Yunis

19 Feb 2026

Produktif Menulis, Kala Puasa Ramadan
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya