Pada Selasa (17/2/2026), Ayatollah Ali Khamenei berpidato di depan rakyat provinsi Azarbaijan Timur. Dalam pidatonya, Khamenei menyinggung ‘gertakan’ Trump terhadap Iran lewat kiriman kapal-kapal induk ke Timur Tengah.
“Mereka terus bilang bahwa mereka mengirim kapal induk menuju Iran. Sebuah kapal induk adalah alat berbahaya, tapi lebih berbahaya dari kapal induk adalah senjata yang bisa mengirimnya ke dasar laut,” kata Khamenei dikutip Iran International.
Khamenei pun menegaskan bahwa, AS tak akan pernah berhasil menggulingkan pemerintahan Republik Islam dan mengingatkan, angkatan bersenjata paling kuat di dunia pun bisa menderita kehancuran.
“Presiden AS mengatakan dalam pernyataannya baru-baru ini bahwa selama 47 tahun Amerika tak bisa melenyapkan Republik Islam: dia mengeluhkan hal itu kepada rakyatnya. Selama 47 tahun, Amerika tidak bisa melenyapkan Republik Islam. Itu pengakuan yang baik. Saya katakan, Anda (Trump), juga takan bisa melakukan itu,” kata Khamenei.
Pidato Khamenei beberapa hari setelah Trump mengeluarkan pernyataan bahwa perubahan rezim di Iran “akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi.”
Belasan tegas
Iran akan membalas dengan “tegas dan proporsional” setiap agresi militer, menekankan bahwa AS akan memikul “tanggung jawab penuh dan langsung” atas konsekuensinya. Hal itu diutarakan perwakilan tetap Iran untuk PBB, menurut keterangan yang diterima Anadolu, Kamis (19/2/2026).
“Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun,” kata surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan kepresidenan Dewan Keamanan PBB tersebut.
“Namun, jika Iran menjadi sasaran agresi militer, kami akan menanggapi secara tegas dan proporsional dalam menjalankan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tambah surat tersebut
Perwakilan Iran tersebut memperingatkan bahwa “semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran,” menekankan bahwa “Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.”

























































































































