Akibat gelombang kecaman publik yang tak terbendung, DS akhirnya mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui bahwa pilihan kata-katanya keliru dan seolah merendahkan paspor Garuda.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Saya mengakui kesalahan saya,” tulisnya.

























































































































