Laporan tersebut menambahkan bahwa sistem pertahanan udara dan pengiriman amunisi Turki diharapkan dapat dilakukan, sementara perdagangan bilateral dapat mencapai 15 miliar dolar AS.
Dari sudut pandang strategis, analisis tersebut berpendapat bahwa partisipasi Mesir akan secara signifikan memperluas pengaruh segala bentuk keberpihakan, mengingat Kairo menguasai Terusan Suez dan peran sentralnya dalam keamanan Afrika Utara dan Mediterania.
Laporan tersebut menyatakan bahwa hal ini dapat memberi Mesir pengaruh logistik atas rute maritim yang dianggap penting bagi perekonomian Israel.
Penilaian tersebut mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung di kalangan strategis Israel mengenai pergeseran aliansi regional di tengah perubahan geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah.
Pekan lalu, mantan perdana menteri Israel Naftali Bennett menggaungkan ketakutan tersebut. Ia mengatakan bahwa Turki, dengan dukungan Qatar, menggantikan Iran sebagai ancaman strategis utama Israel.
Faktor lain yang menambah ketakutan Israel adalah pakta pertahanan antara Saudi dan Pakistan yang disepakati beberapa pekan lalu. Jika Turki bisa merayu kedua negara bergabung, kemampuan senjata nuklir Pakistan bakal jadi ancaman serius terhadap Israel.
Steven Cook, pakar Dewan Hubungan Luar Negeri, menulis, “Israel telah lama mengkalibrasi strategi pertahanannya sesuai dengan kemampuan Iran. Namun jika Turki berhasil mempengaruhi Arab Saudi atau memperkuat hubungannya dengan Pakistan, peta strategisnya akan berubah dalam sekejap. Ini bukan hanya tentang rudal yang berasal dari Iran lagi—ini tentang dunia Sunni dengan kemampuan nuklir.”
Laporan tersebut menambahkan bahwa sistem pertahanan udara dan pengiriman amunisi Turki diharapkan dapat dilakukan, sementara perdagangan bilateral dapat mencapai 15 miliar dolar AS.
Dari sudut pandang strategis, analisis tersebut berpendapat bahwa partisipasi Mesir akan secara signifikan memperluas pengaruh segala bentuk keberpihakan, mengingat Kairo menguasai Terusan Suez dan peran sentralnya dalam keamanan Afrika Utara dan Mediterania.
Laporan tersebut menyatakan bahwa hal ini dapat memberi Mesir pengaruh logistik atas rute maritim yang dianggap penting bagi perekonomian Israel.
Penilaian tersebut mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung di kalangan strategis Israel mengenai pergeseran aliansi regional di tengah perubahan geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah.
Pekan lalu, mantan perdana menteri Israel Naftali Bennett menggaungkan ketakutan tersebut. Ia mengatakan bahwa Turki, dengan dukungan Qatar, menggantikan Iran sebagai ancaman strategis utama Israel.
































































































