BANDA ACEH – Semangat gotong royong dan kepedulian sektor jasa keuangan kembali tercermin melalui aksi nyata di Kabupaten Aceh Tamiang.
Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh menyerahkan bantuan renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang melalui program FKIJK Aceh Peduli, Kamis (5/3/2026).
Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa industri jasa keuangan tidak hanya hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung kehidupan keagamaan serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Renovasi Masjid Syuhada merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang melibatkan berbagai entitas sektor jasa keuangan, yakni FKIJK Kalimantan Selatan, FKIJK Sumatera Selatan, FKIJK Solo Raya, serta Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kalimantan Selatan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah dan solidaritas antar pelaku industri keuangan dapat menjadi kekuatan nyata dalam membantu masyarakat.
Ketua FKIJK Aceh, Fadhil Ilyas, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh Syariah, mengatakan bahwa bantuan renovasi masjid tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, melainkan wujud nyata ukhuwah dan kebersamaan.
“Renovasi Masjid Syuhada ini adalah simbol kuat dari ukhuwah islamiyah dan solidaritas nasional. Rekan-rekan industri jasa keuangan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa niat baik untuk membantu sesama tidak pernah terhalang oleh jarak dan batas geografis. Kami di FKIJK Aceh merasa terhormat dapat memfasilitasi amanah ini melalui program FKIJK Aceh Peduli,” ujar Fadhil Ilyas.
Pembina FKIJK Aceh sekaligus Kepala OJK Aceh, Daddi Peryoga, menegaskan bahwa keberadaan sektor jasa keuangan harus memberi manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Renovasi Masjid Syuhada menjadi bukti nyata bahwa industri jasa keuangan memiliki kepedulian yang melampaui batas wilayah operasionalnya. Sinergi antara FKIJK Aceh dengan rekan-rekan dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Solo Raya menunjukkan bahwa kita memiliki visi yang sama dalam membangun umat. Semoga fasilitas masjid yang lebih baik ini dapat meningkatkan kekhusyukan ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkap Daddi Peryoga.
Seremoni penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan daerah serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.






























































































