BANDA ACEH — Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Jumat (6/3). Tgk. H. Abrar Zym mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah dalam beribadah sepanjang bulan Ramadhan.
Dalam khutbahnya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi bulan pendidikan spiritual bagi umat Islam. Melalui berbagai ibadah yang dianjurkan, Ramadhan mendidik manusia agar mampu mengendalikan diri, memperbaiki akhlak, serta membangun kedisiplinan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Menurut Tgk. Abrar, ibadah puasa sejatinya adalah proses pendidikan yang melatih kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dijalankan selama Ramadhan, tetapi juga menjadi kebiasaan yang terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Tgk. Abrar juga menjelaskan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, umat Islam perlu meneladani Rasulullah SAW yang meskipun seorang manusia biasa, namun mendapat wahyu dan tetap konsisten dalam menyampaikan kebenaran. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka tetaplah kamu istiqamah kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fussilat: 6)
Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan penting bahwa jalan menuju Allah adalah dengan istiqamah, yaitu konsisten dalam menjalankan perintah-Nya serta senantiasa memohon ampun atas segala kekurangan.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang mampu meningkatkan ibadah pada awal Ramadhan, namun semangat tersebut terkadang mulai menurun ketika memasuki pertengahan hingga akhir bulan. Oleh karena itu, menjaga istiqamah menjadi kunci agar semangat ibadah tetap terjaga hingga penghujung Ramadhan.
“Istiqamah berarti konsisten dalam kebaikan. Bukan hanya bersemangat di awal, tetapi mampu mempertahankan amal saleh secara terus-menerus,” ujarnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, Tgk. Abrar menyampaikan bahwa menjaga istiqamah dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, menghadiri majelis ilmu, memperbanyak kebersamaan dengan orang-orang saleh, menjaga shalat berjamaah, memperbanyak sedekah, serta senantiasa menjaga lisan dan perilaku dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.






























































































