BANDA ACEH – Batal meminta penundaan pemeriksaan, mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tiba-tiba mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis siang, 12 Maret 2026.
Pantauan RMOL, Yaqut yang didampingi kuasa hukumnya, Mellisa Anggraini, tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan sekitar pukul 13.01 WIB.
“Nggak ada tuh,” kata Yaqut saat ditanya soal kabar bahwa dirinya sempat meminta penundaan pemeriksaan.
Sebelumnya, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa tim penasihat hukum Yaqut telah datang ke Gedung Merah Putih KPK pada Kamis pagi, 12 Maret 2026. Kedatangan Mellisa Anggraini saat itu untuk meminta penjadwalan ulang pemeriksaan kliennya. Namun, permintaan tersebut baru disampaikan kepada bagian resepsionis KPK.
“Kami masih meminta surat resmi jika memang mengajukan penundaan. Tentunya termasuk alasan permintaan penjadwalan ulang tersebut,” kata Budi kepada wartawan, Kamis siang, 12 Maret 2026.
Yaqut sendiri dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023–2024 di Gedung Merah Putih KPK pada hari yang sama.
Sehari sebelumnya, Rabu, 11 Maret 2026, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sulistyo Muhammad Dwi Putro menolak permohonan praperadilan yang diajukan Yaqut.
“Mengadili. Dalam eksepsi, menolak eksepsi dari termohon untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara, menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” kata hakim Sulistyo saat membacakan amar putusan.
Hakim menyatakan bahwa KPK telah mengumpulkan bukti yang cukup dalam menetapkan Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji. Penetapan tersangka tersebut juga dinilai telah memenuhi ketentuan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/2014 serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016.
Dalam perkara ini, KPK juga memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, yakni Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex yang merupakan mantan staf khusus Yaqut, hingga 12 Agustus 2026. Sementara itu, pencegahan ke luar negeri terhadap pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, tidak diperpanjang dengan alasan mengikuti ketentuan KUHAP baru yang menyatakan pencegahan ke luar negeri hanya dapat dilakukan terhadap tersangka atau terdakwa.
Sebelumnya, Yaqut telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat, 30 Januari 2026. Ia juga tercatat telah tiga kali diperiksa sebagai saksi sebelum ditetapkan sebagai tersangka, yakni pada Selasa, 16 Desember 2025, Senin, 1 September 2024, dan Kamis, 7 Agustus 2025.






























































































