BANDA ACEH – Pemerintah Arab Saudi menggelar pertemuan para menteri luar negeri negara Arab dan Islam di Riyadh pada Rabu (18/3) untuk membahas upaya menjaga stabilitas kawasan di tengah perang Iran.Seorang sumber diplomatik Turki menyebut, pertemuan itu akan dihadiri perwakilan dari sejumlah negara.
“Perwakilan dari Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Pakistan, Qatar, Suriah, Turki, dan Uni Emirat Arab akan menghadiri pertemuan ini,” ujar sumber tersebut, dilansir Reuters.
Forum ini menjadi bagian dari upaya merespons konflik yang kian meluas di kawasan.
Hampir tiga pekan sejak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, belum terlihat tanda-tanda deeskalasi. Konflik ini bahkan mulai mengganggu pasokan energi global.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan disebut akan mendorong solusi damai dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya mengakhiri perang melalui jalur negosiasi.
“Perlu ada penyelesaian damai melalui perundingan,” kata sumber diplomatik Turki, mengutip pernyataan Fidan.
Fidan juga disebut akan mengunjungi negara-negara lainnya setelah lawatan ke Riyadh.
Turki, yang merupakan anggota NATO dan berbatasan langsung dengan Iran, sebelumnya sempat mencoba menjadi mediator antara Iran dan AS sebelum perang pecah.
Namun, Ankara juga mengkritik kedua pihak. Serangan AS dan Israel ke Iran disebut melanggar hukum internasional, sementara serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk dinilai tidak dapat diterima.





























































































