BANDA ACEH – Media pemberitaan di Israel mengabarkan tentang rencana Indonesia yang tetap akan mengerahkan pasukan militernya ke Gaza, Palestina.Haaretz, pada Rabu (18/3/2026), mengabarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap pada rencana menerjukan 500 Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza untuk melucuti persenjataan faksi pejuang Hamas. Meski demikian, menurut Hareetz, tentara pendudukan Israel atau IDF meragukan kemampuan pasukan militer Indonesia itu.
“Indonesia akan tetap mengerahkan 500 tentaranya ke Gaza untuk melucuti senjata Hamas di tengah keraguan Israel,” begitu judul berita utama Hareetz pada Rabu (18/6/2026).
Dalam berita itu dikatakan, IDF kembali mengingatkan tentang Hamas yang mulai membangun kembali kemampuan perlawanan bersenjatanya terhadap Israel. Hamas, dikatakan mulai membangun kembali terowongan-terowongan yang selama ini dijadikan lokasi untuk penyerbuan militer Israel.
“Dalam beberapa pekan terakhir, IDF telah memperingatkan bahwa Hamas sedang membangun kembali kemampuannya secara lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, dan intelijen menunjukkan bahwa kelompok tersebut, telah memulai kembali pembangunan terowongan-terowongan,” begitu dalam berita Hareetz.
Masih mengacu pemberitaan itu, di tengah keraguan militer Israel atas kemampun TNI, Presiden Prabowo tetap akan melanjutkan rencana pengerahan ke Gaza untuk melucuti Hamas.
Hareetz melaporkan, TNI akan tiba di Gaza paling lambat pada Mei 2026. “Sekitar 500 tentara Indonesia diperkirakan akan memasuki Gaza pada bulan Mei untuk membantu upaya pelucutan persenjataan Hamas, meskipun para pejabat militer Israel telah menyatakan keraguan tentang kemampuan tentara Indonesia untuk melakukan itu (pelucutan senjata Hamas),” begitu tulis Hareetz.
Indonesia menunda
Pada Selasa (17/3/2026) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia menunda pengiriman pasukan TNI ke Gaza. Keputusan tersebut menyusul penangguhan semua pembahasan menyangkut Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga menjelaskan penangguhan semua pembahasan terkait BoP otomatis berdampak pada rencana Indonesia dalam partisipasi mengirimkan pasukan TNI ke Gaza untuk misi Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) di Palestina.
“Semuanya (pembahasan terkait BoP) di-hold (ditunda),” kata Prasetyo saat konfrensi pers di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Kata dia tak ada batas waktu terkait penundaan tersebut. “Sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar dia. Juru Bicara (Jubir) Kemenlu Yvonne Mewengkang kepada Republika, menjelaskan penundaan semua agenda menyangkut BoP, tentunya juga berdampak pada rencana misi ISF ke Gaza.





























































































