BANDA ACEH — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di rumah Ketua BKM Babul Maghfirah, Wirzaini Usman, saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M. Dalam momen lebaran tersebut, ia tetap menjaga tradisi dengan menyajikan Mie Caluek kepada para tamu yang datang.
Sejak pagi hingga malam hari tamu yang hadir berasal dari berbagai kalangan, seperti pengurus masjid, tokoh masyarakat, tetangga, kawan kantor, wartawan hingga sahabat dekat. Mereka datang untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati hidangan khas yang jarang ditemui di hari biasa.
Mie Caluek yang disajikan menjadi daya tarik tersendiri. Dengan cita rasa khas dan bumbu rempah yang kuat, hidangan ini disambut antusias oleh para tamu. Suasana makan bersama pun terasa akrab dan penuh kekeluargaan.
Wirzaini Usman mengatakan, tradisi ini sengaja dipertahankan agar tidak hilang. Menurutnya, lebaran bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga kesempatan untuk mengenalkan kembali makanan khas daerah kepada generasi muda.
“Ini bagian dari tradisi yang harus kita jaga. Selain silaturahmi, kita juga ingin memperkenalkan Mie Caluek kepada anak-anak dan generasi sekarang,” ujarnya.
Salah seorang tamu, Mahzar Fuadi mengaku senang bisa hadir dan menikmati jamuan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini membuat suasana lebaran terasa lebih hidup dan bermakna.
Melalui kegiatan sederhana ini, tradisi kuliner khas Aceh seperti Mie Caluek diharapkan tetap terjaga dan terus dikenal, terutama pada momen spesial seperti Idul Fitri.
Mie Caluek yang disajikan tersebut juga memiliki sentuhan istimewa karena disiapkan langsung oleh sang istri, Mirzayanti.[]






























































































