ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Horor Kebocoran Kimia Akibat Serangan Rudal Iran di Beersheba Israel, Picu Kepanikan Warga

BANDA ACEH  – Langit di atas wilayah Negev, Israel Selatan, berubah mencekam pada Minggu (29/3/2026).

Serangan rudal masif dari Iran dilaporkan menghantam zona industri kimia vital Neot Hovav, Beersheba, Israel dan memicu kekhawatiran akan bencana lingkungan dan kesehatan.

Hal ini karena kemungkinan kebocoran bahan kimia dan material berbahaya sangat mungkin terjadi, yang membuat warga panik, seperti dilaporkan Alljazeera.com, Minggu.

Otoritas setempat segera memerintahkan ribuan warga di sekitar Beersheba untuk mengurung diri di dalam rumah dan menutup rapat jendela mereka.

Pusat gravitasi serangan kali ini menyasar pabrik ADAMA (bagian dari Syngenta Group), produsen bahan aktif perlindungan tanaman.

Aljazeera menyatakan meski belum ada korban jiwa yang dilaporkan di lokasi pabrik, dampak psikologis dan ancaman polusi kimia membuat suasana kota terbesar di selatan Israel itu mencekam, Minggu malam.

Berita Lainnya:
Viral Klaim Yariv Levin Gantikan PM Israel, Benjamin Netanyahu Beneran Mati?

Zat Kimia Berbahaya

Zona industri Neot Hovav bukan sekadar kawasan pabrik biasa.

Wilayah ini menampung 19 fasilitas industri, termasuk pabrik bromida, farmasi, dan situs pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) utama Israel.

Satu orang dilaporkan terluka saat tim darurat bergegas menjinakkan api dan mendinginkan area guna mencegah penguapan kimia lebih lanjut.

Baca juga: 3.500 Marinir AS Tiba dan Siap Perang Darat Berminggu-minggu, Iran: Mendekatlah, Kami Kubur Kalian!

Jalan raya utama yang menghubungkan Israel tengah dengan Beersheba ditutup total.

Sensor militer masih menutup rapat detail spesifik mengenai jenis bahan kimia yang bocor, namun perintah “tetap di dalam rumah” menjadi sinyal kuat bahwa risiko kontaminasi udara berada pada level merah.

Perang yang Merenggut Ruang Belajar

Berita Lainnya:
Bikin Ketar-ketir! Ini Ramalan Nostradamus soal Perang Indonesia vs Australia

Di sisi lain perbatasan, wajah kemanusiaan dari konflik ini kian kelam.

Kementerian Pendidikan Iran melaporkan statistik yang menyayat hati.

Sedikitnya 250 siswa dan guru tewas sejak perang dengan koalisi AS-Israel pecah pada 28 Februari lalu.

Di Teheran saja, 21 nyawa di sektor pendidikan melayang akibat serangan udara yang menyasar fasilitas sipil.

“Sekitar 600 fasilitas pendidikan telah menjadi sasaran,” ujar Hossein Sadeghi, juru bicara Kementerian Pendidikan Iran.

Suara tangis para ibu yang kehilangan anak-anak mereka di sekolah kini menjadi latar belakang pahit dalam dinamika Politik regional yang kian tak terkendali.

Eskalasi Tanpa Batas: Dari Yordania hingga Lebanon

Konflik ini terus menjalar ke negara tetangga.

Iran mengklaim telah menyerang pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menampung pasukan AS menggunakan kawanan drone.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya