Rizki melanjutkan, kedua korban sempat pulang ke rumah.
Tidak lama kemudian bisa ular mulai bereaksi.
“Sempet pulang. Lalu ada gejala seperti dehidrasi baru dibawa ke rumah sakit. Sudah pucat, mungkin racunnya baru masuk subuh infonya,” lanjutnya.
Keterangan Ibu Korban
Ibu UZS, Aye (47) menceritakan detik-detik anaknya meninggal dunia.
Ia awalnya tidak mengetahui sang anak digigit ulang.
Semua bermula saat Aye hendak membangunkan korban karena hendak ada keperluan ke sekolah.
“Tapi, kok gak bangun-bangun. Matanya juga gak melek-melek terus kaya sesak nafas gitu,” ucapnya, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Ia kemudian mendapatkan infor anaknya digigit ulang dari tetangga.
Singkat cerita, Aye membawa anaknya ke rumah sakit.
Akan tetapi takdir berkata lain, UZS dinyatakan meninggal dunia.
“Waktu dibawa keluar dari RS UMMI taunya itu kata dokter udah gak ada.”
“Waktu saya isi berkas kan dokter bilang ke saya. Katanya ini mah udah gak ada (meninggal). Saya pasrah aja,” ucapnya.
UZS kini sudah dimakamkan di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
































































































