UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Mantan Rektor UGM Buka Suara soal Tekanan di Balik Pencabutan Pernyataan soal Ijazah Jokowi

BANDA ACEH – Dunia Politik Indonesia kembali dihebohkan oleh pernyataan mantan Rektor UGM periode 2002-2007, Prof. Sofian Effendi.

Dalam sebuah siaran di kanal YouTube, ia dengan lantang mempertanyakan keabsahan ijazah S1 milik Presiden Joko Widodo.

Pernyataan ini sontak menjadi bahan bakar baru bagi isu lama yang tak pernah benar-benar padam.

Aksi Kaninus 16

Namun, dalam sebuah plot twist yang mengejutkan, Sofian Effendi secara resmi mencabut seluruh ucapannya.

Banyak yang menduga ada intervensi atau tekanan dari pihak universitas atau bahkan kekuasaan.

Namun, pengakuan Sofian justru membuka tabir yang jauh lebih kompleks dan relevan bagi generasi milenial dan anak muda: bahaya miskonsepsi ruang privat di era digital dan munculnya “tekanan” dari arah yang tak terduga.

“Salah Panggung”: Tragedi Obrolan Internal yang Tayang Live

Sumber utama dari kekisruhan ini, menurut pengakuan Sofian, adalah kesalahpahaman fundamental.

Ia mengira sedang berada dalam sebuah forum diskusi tertutup, semacam telekonferensi dengan sesama alumni UGM.

Sebuah ruang yang ia anggap sebagai ranah kebebasan akademik untuk “omong-omong” santai.

“Iya saya nggak menyangka bahwa dipublikasikan. Saya hanya bilang ini kita hanya omong-omong dengan para alumni dari kota-kota lain,” ungkap Sofian ditemui di Sleman, Kamis (17/7/2025).

Ia merasa konteks pembicaraannya telah dibingkai ulang untuk konsumsi publik tanpa persetujuannya.

“Enggak dijebak, tapi kalau diframing omongan saya itu mungkin. Tapi saya enggak sadar,” imbuhnya.

Sofian menegaskan bahwa pembicaraan itu layaknya obrolan orang dalam.

“Iyes, memang omongan saya itu yang enggak pantes diomongkan. Iyes [pembicaraan] antar alumni, pembicaraan orang dalam lah,” ucapnya.

Kisah ini menjadi pelajaran pahit: di zaman sekarang, batas antara obrolan warung kopi dengan siaran pers global bisa setipis layar ponsel.

Apa yang dianggap sebagai diskusi internal dapat dengan mudah menjadi konsumsi viral dalam hitungan menit.

Bantah Tekanan UGM, Siapa Sebenarnya yang ‘Membungkam’?

Spekulasi liar langsung merebak pasca-pencabutan pernyataan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, bahkan secara terbuka mencuit adanya upaya “pembungkaman” terhadap Sofian Effendi.

Narasi yang terbangun adalah sang profesor mendapat tekanan dari almamaternya, UGM.

Namun, Sofian dengan tegas membantahnya.

Ia menyatakan klarifikasi itu murni inisiatifnya untuk menjaga hubungan baik dengan Rektor UGM dan mendinginkan suasana.

Lalu, jika bukan UGM, siapa yang memberikan tekanan? Jawabannya terungkap dari pesan WhatsApp yang diterima Sofian.

image_print
1 2
Logo
Stories

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.