UPDATE

OPINI
OPINI

Roy Suryo Cs Mulai Tersudut

Oleh: Erizal 1

REFLY HARUN benar-benar turun gunung membela Roy Suryo cs dalam kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo alias Jokowi. Bukan lagi sebagai aktivis dan Youtuber, melainkan langsung sebagai kuasa hukum.

Hanya sebatas Roy Suryo cs yang disingkat RRT (Roy, Rismon, dan Tifa) atau untuk klaster kedua saja. Bukan untuk klaster pertama Eggi Sudjana dan empat tersangka lainnya.

Ada yang menduga bahwa dua klaster ini sebetulnya memang sudah pecah. Sebab, pembagian kuasa hukumnya sudah mulai rumit dan selalu ada klarifikasi-klarifikasi sebelum pembelaan dimulai.

Semakin menguat setelah Gelar Perkara Khusus yang dilakukan Polda Metro Jaya, kemarin. Klaster RRT solid mengatakan itu palsu, tapi klaster Eggi Sudjana sudah mulai ada yang berbunyi bahwa itu asli. Bercabang.

Berita Lainnya:
Resmi jadi Tersangka, Ardito Wijaya Bupati Lamteng Goda Wartawati di KPK: Kamu Cantik Hari Ini

Tapi sejauh ini masih terlihat solid. Klaster-klaster itu memang bukan dari mereka, tapi dari penyidik dalam penerapan pasal-pasal. Klaster RRT lebih berat, karena dijerat oleh UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.

Refly Harun dengan tegas menolak semua pasal yang dikenakan terhadap RRT. UU ITE yang mengatakan RRT itu mengedit atau memanipulasi ditolak karena mereka bukannya mengedit, tapi mengatakan ijazah itu palsu.

Mengatakan ijazah Jokowi palsu, kalau ijazah itu asli berarti pencemaran nama baik, fitnah, dan lain-lain, dan bisa dijerat KUHP, tapi Refly Harun dengan canggih dan lihai mengatakan itu berbasisnya penelitian ilmiah dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Konstitusi.

Turun gunungnya Refly Harun, sebelumnya Denny Indrayana, satu isi menguatkan posisi RRT. Tapi di sisi lain memperjelas bahwa posisi RRT sedang tidak baik-baik saja alias semakin tersudut.

Berita Lainnya:
Jutaan Rakyat Tak Percaya Foto Pria Berkacamata dalam Ijazah adalah Jokowi

Tapi, ya, wajar saja. Lawan mereka Jokowi yang adalah mantan Presiden RI dua periode. Dan Kapolrinya masih orang yang sama, yang dulu dilantik Jokowi. Hanya keajaiban saja RRT bisa selamat, apalagi menang.

Refly Harun mengatakan bahwa Polri dan KPK masih dikuasai tangan-tangan Jokowi. Ini diketahuinya justru dari orang dalam lingkaran istana.

Entah benar, entah tidak, tapi semua orang bisa memvalidasi di lapangan.

Menariknya, baik Refly Harun maupun sebelumnya Denny Indrayana, adalah alumni UGM sendiri. Termasuk RRT, dan bahkan Jokowi sendiri.

Dulu saling dukung, saling membanggakan, kini justru saling menjatuhkan.

image_print

Referensi:

  1. Penulis adalah Direktur ABC Riset & Consulting[]
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website