BANDA ACEH – Mantan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad dikabarkan juga gugur dalam serangan yang dilakukan gabungan militer penjajah Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS), Sabtu (28/2/2026).
Sejumlah laporan dari media internasional mengabarkan, Presiden Iran 2005-2013 itu gugur ketika rudal-rudal Zionis-AS menghantam kawasan Narmak, kota di sebelah timur laut ibu kota Teheran.
“Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad terbunuh dalam serangan Israel dan Amerika di Iran,” begitu laporan Turkiyetoday, pada Ahad (1/3/2026).
Ahmadinejad meninggal dunia bersama sejumlah ajudan dan pengawal. Namun hingga kini, belum ada laporan, maupun pernyataan resmi dari otoritas dan pemerintahan di Iran yang memastikan kabar tentang wafatnya Ahmadinejad.
Mahmoud Ahmadinejad merupakan salah satu pemimpin Iran yang sempat menjadi ikon perlawanan terhadap dominasi barat, khusus AS di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Ahmadinejad dikenal sebagai presiden yang merakyat dan selalu berpenampilan sederhana. Sebelum menjadi presiden, Ahmadinejad menjabat sebagai wali kota Teheran.
Ahmadinejad kelahiran 1956 itu pun pada masa mudanya pernah menjadi anggota Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang merupakan satuan elite militer di Iran.
Pada saat memimpin Iran, Ahmadinejad kerap berkonfrontasi langsung dengan Israel. Pada 2005 ketika baru saja memimpin Iran, pernyataannya pertama di forum internasional adalah ‘akan menghapus Zionis Israel dari peta dunia’.
Dan selama menjadi Presiden Iran, Ahmadinejad kerap menyampaikan kepada seluruh dunia tentang kebohongan sejarah Yahudi, termasuk kebohongan tentang adanya peristiwa Holocaust di masa Perang Dunia II.
Pada Sabtu (28/2/2026) militer gabungan penjajah Zionis Israel bersama AS melancarkan perang terbuka terhadap Iran dengan membombardir negara itu dengan misil dan rudal.
Serangan itu terjadi ketika AS dan Iran sedang membahas perundingan nuklir Iran di Jenewa, Swiss melalui juru runding dari Oman.
Sampai Ahad (1/3/2026) serangan tersebut masih terjadi. Dari serangan tersebut, Pemerintah Iran memastikan Wali Agung Ayatulloh Ali Khamenei syahid setelah 30 misil menghantam kantor dan kediaman pemimpin tertinggi Iran itu.
Beberapa tokoh militer penting Iran, pun wafat dalam serangan itu.
Iran tak tinggal diam. Balasan Iran mengerahkan drone-drone penyerbu dan rudal-rudal berdaya ledak tinggi ke wilayah pendudukan Israel.
Pun balasan Iran menargetkan sedikit 27 pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk Arab.
Iran mengirimkan rudal-rudal canggihnya menghantam basis militer AS yang berada di Bahrain, Dubai, Kuwait, pun juga di Arab Saudi, serta negara-negara teluk lainnya.






























































































