UPDATE

ACEH
ACEH

PDPM Medan-PKPM UMSU Gelar Dialog Interaktif, Bahas Penanggulangan Mafia Tanah

MEDAN – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan melalui Bidang Hukum dan HAM bersama Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) UMSU menggelar dialog interaktif dengan tajuk Peran Pemuda Muhammadiyah dalam Menanggulangi Mafia Tanah. Kegiatan itu berlangsung di Sanksi Coffee Medan, Selasa (23/8/2022).

Ketua PDPM Kota Medan Muhammad Irsyad, mengatakan dialog kali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama para kader Pemuda Muhammadiyah agar proaktif dan berperan serta dalam menjaga tanah, baik milik pribadi maupun persyarikatan.

“Gelaran ini dilaksanakan agar kita dapat memahami secara komprehensif terkait urusan tanah dan berperan aktif dalam menjaga tanah tersebut. Kita tidak ingin mafia tanah semena-mena merampas apa yang menjadi hak kita,” kata Muhammad Irsyad.

Berita Lainnya:
Viral Masjid di Aceh Tetap Berdiri Kokoh walau Diterjang Banjir Bandang

Irsyad menyebutkan, selain peningkatan pemahaman, Pemuda Muhammadiyah harus bersatu dan berjuang bersama untuk mencegah mafia tanah beraksi.

Dengan seruan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Ia mengajak semua pihak saling berpadu untuk menjaga aset dan mencegah hal yang tidak diinginkan oleh ulah mafia tanah.

“Mafia tanah kapan saja bisa beraksi. Bisa saja datang dari dalam maupun dari luar. Semoga dengan diskusi ini pemahaman kita bertambah dan kebersamaan kita lebih kuat,” ujarnya

Irsyad juga membuka ruang bagi kader pemuda Muhammadiyah untuk menyampaikan informasi dan aspirasi terkait penanggulangan mafia tanah terutama di Kota Medan.

Sementara itu, Rahmat Ramadhani selaku Narasumber menyebut, mafia tanah bisa beraksi kapan saja. Dalam beraksi, mafia tanah melakukan modus operandi seperti pemalsuan legalitas atau duplikasi surat, melibatkan pihak lain, dan menciptakan situasi konflik.

Berita Lainnya:
Warga Neuheun Aceh Besar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya

Rahmat mengatakan, selain modus tersebut, mafia tanah juga cenderung melakukan intimidasi dengan cara premanisme dan terkadang Sebagian bermain dengan pengadilan.

Menurutnya, mafia tanah punya sistem yang terorganisir. Mereka punya banyak cara untuk menguasai tanah-tanah yang strategis. Maka dari itu, perlu diketahui langkah-langkah agar mafia tanah tidak dapat menguasai apa yang menjadi hak kita.

“Yang pertama tentu kita harus menertibkan segala administrasi secara legal. Kemudian rutin melihat kondisi tanah dan juga fisiknya. Dan yang paling penting adalah bersatu dan bersama-sama menjaganya,” kata Rahmat.[]

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website