Rabu, 29/05/2024 - 11:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Menlu Rusia: Potensi Perang Dunia III Tak Bisa Diremehkan

Konflik di Ukraina masih berlangsung, dan peluang terjadinya perang tersebut nyata.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

MOSKOW — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, potensi pecahnya Perang Dunia III tidak bisa diremehkan. Ini mengingat konflik di Ukraina masih berlangsung, dan peluang terjadinya perang tersebut nyata.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh


“Bahayanya serius, ini nyata. Anda tidak bisa meremehkannya,” kata Lavrov mengomentari potensi terjadinya Perang Dunia III saat diwawancara kantor berita Interfax, Senin (25/4).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak


Kendati demikian, dia mengisyaratkan bahwa Rusia masih bersedia menyelesaikan konflik dengan Ukraina lewat negosiasi. “Niat baik memiliki batasnya, tapi jika tidak timbal balik, ia tidak membantu proses negosiasi. Namun kami terus terlibat dalam negosiasi dengan tim yang didelegasikan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky, dan kontak ini akan terus berlanjut,” ucap Lavrov.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
AS Umumkan Paket Bantuan Militer Senilai Rp 6,42 Triliun untuk Ukraina


Terkait keberlanjutan proses tersebut, Lavrov melayangkan kritik terhadap Zelensky. Menurutnya, Zelensky hanya “berpura-pura” bernegosiasi. “Dia aktor yang bagus. Jika Anda memperhatikan dengan seksama dan membaca dengan seksama apa yang dia katakan, Anda akan menemukan seribu kontradiksi,” ujarnya.


Sebelum terpilih sebagai presiden, Zelensky dikenal sebagai aktor dan komedian. Meski menuding Zelensky hanya berpura-pura, Lavrov menekankan, konflik di Ukraina akan berakhir dengan penandatanganan kesepakatan. “Tetapi parameter kesepakatan ini akan ditentukan oleh keadaan pertempuran yang akan terjadi pada saat kesepakatan tersebut menjadi kenyataan,” kata Lavrov.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


Pekan lalu, Lavrov sempat mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan Ukraina mengalami kemandekan. Hal itu karena proposal perjanjian yang diserahkan Moskow ke Kiev tak terjawab. “Kami mengadakan negosiasi, sekarang mereka mandek karena lima hari lalu proposal kami berikutnya yang kami serahkan kepada negosiator Ukraina dan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan komentar mereka yang diterima pada saat itu tetap tidak terjawab,” kata Lavrov pada Jumat (22/4) pekan lalu, dilaporkan laman kantor berita Rusia, TASS.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Menhan Israel Ancam Mundur Jika Operasi Tumbangkan Hamas di Gaza Gagal Diadopsi


Rusia dan Ukraina sudah beberapa kali melakukan negosiasi untuk mengakhiri pertempuran. Namun hingga kini proses itu belum membuahkan hasil. Menurut PBB, sejak pertempuran pecah pada 24 Februari lalu, lebih dari 5.100 warga sipil di Ukraina telah menjadi korban serangan Rusia. Sebanyak 2.224 di antaranya tewas. 

ADVERTISEMENTS


Sekitar 12 juta warga Ukraina terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebanyak 5 juta di antaranya mengungsi ke negara-negara tetangga. Pertempuran Rusia-Ukraina telah memicu krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. 

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi