ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Ucapan Sintong Panjaitan kepada Prabowo 37 Tahun Lalu Jadi Kenyataan, Apa Itu?

BANDA ACEH -Dua kali Prabowo Subianto ‘bertarung’ dengan Joko Widodo di laga Pilpres, yakni pada periode 2014-2019 dan 2019-2024.

Dua pertarungan itu juga Prabowo Subianto tak pernah memenangi pertarungannya dengan Jokowi. Namun pada kemenangan kedua Jokowi, sang presiden RI itu pun merangkul Prabowo untuk terlibat langsung di pemerintahannya.

Pada masa jabatan Jokowi di periode dua, Prabowo pun diberikan jabatan Menteri Pertahanan RI. Pengalaman Prabowo di dunia militer diduga kuat menjadi pertimbangan Jokowi untuk memberikan jabatan Menteri Pertahanan kepada Eks Danjen Kopassus tersebut.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden RI Joko Widodo (viva.co.id)

Kala itu, Prabowo resmi dilantik menjadi Menteri Pertahanan RI pada 23 Oktober 2019. Setelah resmi dilantik, Prabowo pun langsung tancap gas menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan.

Berita Lainnya:
Diduga Operator Kuota Haji Tambahan, MAKI: Bos Maktour Harus Jadi Tersangka!

Nah, berbicara tentang Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan, siapa sangka di baliknya pernah ada kisah yang menarik. Adapun Prabowo Subianto ternyata pernah ‘disumpahi’ Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan.

Seperti apa kisahnya?

Ya, hal itu tertuang pada buku “Perjalanan Seorang Prajurit, Para Komando, Sintong Panjaitan” karya Hendro Subroto. Pada buku tersebut dikisahkan, semua berawal dari hubungan Prabowo yang memburuk dengan Sintong Panjaitan ketika masih sama-sama aktif di militer, tepatnya pada 5 Mei 1985. 

Adapun Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan kala itu sudah menjabat sebagai Komandan Kopassandha tetapi belum dilantik.

Saat itu, Kolonel Bambang Sumbodo, Asisten 3/Personel, melaporkan bahwa seharusnya Prabowo Subianto selaku WAkil Komandan Detasemen-81/Antiteror sudah pindah dari Kopassandha ke Kostrad berdasarkan surat perintah KSAD yang sudah lama diterimanya.

Berita Lainnya:
Jokowi Masih Berpengaruh Kuat di Lingkar Kekuasaan

Kala itu, Sintong Panjaitan terkejut setelah sadar bahwa surat itu ditandatangani KSAD Jenderal TNI Rudini pada saat Brigjen TNI Wismoyo Arismunandar menjabat sebagai Komandan Kopassandha.

“Mengapa Prabowo belum dipndahkan ke Kostrad oleh Pak Wismoyo Arismunandar?” tanya Sintong Panjaitan kepada Kolonel Bambang, seperti tertuang dalam narasi buku yang ditulis Hendro Subroto tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Sintong Panjaitan memerintahkan asisten personel untuk membuat surat perintah pemindahan Prabowo dari Kopassandha ke Kostrad. Adapun Sintong Panjaitan langsung menandatanganinya.

Kepada penulis, Sintong Panjaitan mengatakan, ia tidak tahu-menahu tentang awal mula pemindahan Prabowo, karena pada waktu itu iabaru pindah dari Pusdik Kopassandha di Batujajar, Bandung Barat, ke Mako Cijantung, Jakarta.

image_print
1 2 3 4
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya