Jumat, 26/04/2024 - 14:55 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kasus Penusukan hingga Meninggal Purnawirawan Letkol TNI-AD Ditarik ke Polda Jabar

ADVERTISEMENTS

Terdapat lima tusukan, polisi tegaskan tak ada niat pelaku untuk membunuh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

BANDUNG– Kasus penganiayaan berujung meninggalnya Letkol Pur TNI-AD Muhammad Mubin (62 tahun) akhirnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimun) Polda Jabar. Untuk mengusut kasus tersebut, Polda Jabar melibatkan Pomdam III Siliwangi. ” Kami koordniasi dengan  Denpom (Pomdam), korban seorang purnawirawan TNI.  Tapi status dia sekarang karyawan swasta,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo dalam keteramgannya di Mapolda, Kamis (18/8/2022).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA


Menurut Ibrahim penarikan kasus ini ke Polda Jabar lantaran ada potensi kasus ini ditarik-tarik ke ranah rasis. Padahal, kata dia, kasus ini merupakan kriminal murni yang melibatkan korban dan pelaku. Ia meminta masyarakat tak terprovokasi oleh narasi-narasi yang berkembang di media sosial dan whatsaap. “Proses penanganan kasus ini  betul-betul objektif. Tanghal 16 Agustus kejadian dan hari itu juga pelaku ditangkap. Pengungkapan kasus ini lumayan cepat. Sekarang dalam tahap melengkapi berkas,” kata dia. Ibrahim juga meluruskan informasi di media sosial yang menyebutkan pelaku kenal dengan petinggi Polri. Ia mengatakan, narasi di medsos tidak benar.” Proses kasus ini  transparan dan tegak lurus,” imbuh dia.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah


Sebagaimana diketahui, Satreskrim Polres Cimahi mengamankan seorang pelaku penganiayaan hingga tewas dengan korban Letkol Pur TNI-AD Muhammad Mubin (62 tahun). Korban merupakan warga Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota  Bandung. Tersangka pelaku penganiayaan yaitu HH (30) warga Jl Raya Lembang, Desa Adiwarta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Kecelakaan Beruntun Kembali Terjadi: Kali Ini di Gorontalo dan Sidrap Sulsel


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang didampingi Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan, dalam keterangannya di Mapolda mangatakan, kasus penganiayaan ini terjadi Selasa (16/8/2022) sekitar pukul 08.10 WIB. Peristiwa penganiayaan diawali saat korban yang bekerja menjadi sopir sebuah perusahaan meubel, tengah mengantar anak majikannya ke sekolah taman kanak-kanak. Sekolah tersebut posisinya berada di seberang toko milik pelaku.” Korban memarkir kendarannya di depan toko pelaku. Korban sempat ditegur karyawan toko tersebut agar tak memarkir mobilnya karena menghalangi toko tersebut,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil


Menurut hasil pemeriksaan sejumlah saksi, kata Ibrahim, peringatan tersebut tak digubris korban yang langsung menyebrang jalan dan mengantar anak majikannya ke sekolah. Selesai mengantar anak majikannya, korban kembali ke mobil dan hendak pergi. Namun terjadi keributan antara korban dengan salah seorang karyawan toko tersebut. Keributan itu didengar oleh pelaku yang tengah berada di dapur.” Saat keributan terjadi pelaku tengah memasak nasi goreng di dapur,” ujar dia.


Secara reflek pelaku yang mendengar keributan, langsung ke menuju sumber kejadian. Ia melihat karyawnanya tengah terlibat cekcok hingga berkelahi dengan korban. Pelaku yang membawa pisau dapur dengan gagang warna merah kemudian terlibat dalam keributan tersebut. Pelaku kemudian menusukkan pisau yang dipegangnya ke tubuh korban. Ada lima luka tusuk di tubuh korban. “Pelaku awalnya berada di dapur sedang masak nasi goreng. Jadi pisau itu dia bawa karena memang sedang masak di dapur,” tutur Ibrahim.

Berita Lainnya:
Polisi Tetapkan Sopir Bus Rosalia Indah Sebagai Tersangka


Menurut  Ibrahim, usai ditusuk korban berusaha meminta pertolongan. Korban sempat berjalan sejauh 50 meter sambil meminta tolong. Namun korban akhirnya ambruk dan meninggal dunia tak jauh dari tempat kejadian perkara.” Memang ada lima luka tusukan di tubuh korban. Jadi tidak ada niat pelaku untuk membunuh. Tadinya hanya ingin melihat kejadian,” kata dia tanpa menyebutkan di bagian mana luka tusuk tersebut.


Kasus penganiayaan tersebut kemudian ditangani oleh Polsek Lembang dan Polres Cimahi. Polisi kemudian berhasil mengamankan tersangka dan menyita barang bukti sebilah pisau dapur. ” Pelaku kita amankan di hari itu juga. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Cimahi,” cetus Ibrahim.


Tersangka, sambung Ibrahim, dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Pasal yang dikenakan ini, imbuh dia, berdasarkan hasil penyidikan dan bukti serta keterangan saksi-saksi. 

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi