Rupiah Dibuka Perkasa, Tapi Masih Rp 15.283 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Perkasa, Tapi Masih Rp 15.283 per Dolar AS
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Rupiah menguat hari ini karena penurunan nilai index dolar AS

 JAKARTA — Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS terpantau mengalami penguatan pada Selasa (4/10). Di pasar spot, nilai tukar rupiah bergerak naik ke level 15.283 atau menguat 0,27 persen dari level Rp 15.303 per dolar AS saat saat penutupan Senin (3/10). 


Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama mengatakan penguatan rupiah hari ini didorong oleh penurunan nilai dolar AS. “Index dolar AS saat ini telah menurun menjauhi posisi tertingginya pekan lalu,” kata Revandra, Selasa (4/10).


Bursa saham Wall Street juga mengalami penguatan sehingga menjadi faktor yang ikut menekan nilai dolar AS. Tiga indeks utama Wall Street kompak melonjak di atas dua persen pada perdagangan semalam. 

BACA JUGA:
Kisruh Impor Beras, Harmonisasi Data Kian Mendesak


Mengingat The Fed masih agresif dalam menetapkan kebijakan untuk inflasi, Revandra memperkirakan penguatan ini berpotensi hanya berlangsung sementara. Suku bunga The Fed diproyeksi dapat mencapai 3,5 persen di akhir tahun.


Selain itu dari dalam negeri belum ada sentimen yang mendorong penguatan rupiah. Inflasi bulan september kemarin dilaporkan 5,95 persen yoy. Secara bulanan inflasi juga melebihi 1 persen. Menurut Revandra, laporan ini berpotensi memberikan beban bagi penguatan rupiah.

BACA JUGA:
Pupuk Indonesia Berikan Tes Kesehatan Gratis untuk Korban Gempa Cianjur


Sebelumnya Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan penguatan dolar AS dipengaruhi oleh pernyataan dari pejabat Fed yang mengonfirmasi kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed yang masih akan berlanjut dalam rangka meredam tekanan inflasi yang tinggi.


Mempertimbangkan kondisi yang terjadi adalah sentimen penguatan dolar AS terhadap mata uang global termasuk Rupiah, maka diperkirakan sifatnya sementara dan belum menggambarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia


Hal tersebut terindikasi dari Real Effective Exchange Rate dari Rupiah yang masih cenderung undervalued. Di tengah sentimen negatif di pasar keuangan global tersebut, Bank Indonesia tetap berada di pasar untuk tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi rupiah melalui triple intervention serta operation twist.

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Rupiah Dibuka Perkasa, Tapi Masih Rp 15.283 per Dolar AS
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!

Follow us