UPDATE

NASIONAL

Ferdy Sambo Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana terhadap Brigadir J

Setelah itu, korban Yosua keluar dari kamar, selanjutnya Kuat mendesak Putri untuk melapor kepada terdakwa Sambo dengan berkata “Ibu harus lapor bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga ibu”, meskipun saat itu Kuat masih belum mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya.

Pada Jumat dini hari (8/7), Putri menelepon Sambo dan mengatakan Yosua masuk ke kamar pribadi Putri dan melakukan perbuatan kurang ajar.

“Mendengar cerita tersebut, terdakwa Ferdy Sambo marah kepada korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, namun saksi Putri Candrawathi berinisiatif meminta terdakwa Ferdy Sambo tidak menghubungi siapa-siapa, dengan perkataan ‘jangan hubungi ajudan’ ‘jangan hubungi orang lain’,” jelas JPU.

Terdakwa Sambo menyetujui permintaan Putri dan akan menceritakan peristiwa yang dialaminya di Magelang setelah tiba di Jakarta.

Pada Jumat pagi (8/7), Putri mengajak Kuat dan Ricky berangkat ke Jakarta dengan menggunakan dua unit mobil. Putri meminta Kuat mengemudikan mobil  ke Jakarta, padahal bukan tugas Kuat sebagai sopir. Sedangkan Richard selaku ajudan duduk di sebelah kiri bagian depan, Putri duduk di kursi tengah bersama saksi Susi.

Ricky bersama korban Yosua juga berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan yang berbeda.

Pada Jumat sore (8/7), Sambo dari kantornya di Mabes Polri pulang menuju rumah Saguling III nomor 29 dan tiba sekitar pukul 15.24 WIB. Terdakwa Sambo dalam keadaan marah langsung masuk ke rumah melalui pintu garasi dengan menggunakan lift naik ke lantai tiga ke kamar pribadinya sambil menunggu kedatangan rombongan Putri tiba dari Magelang.

Beberapa menit kemudian, Putri bersama rombongan tiba di rumah Saguling, dan Putri bersama saksi Susi langsung melakukan test PCR didampingi Kuat.

Selanjutnya, terdakwa Sambo bertemu Putri di ruang keluarga di depan kamar utama lantai tiga untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya di Magelang. Lalu Putri mengaku bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Yosua.

Sambo memanggil Ricky melalui Handy Talkie (HT) untuk menemuinya di lantar tiga. Setelah itu, terdakwa Sambo bertanya kepada Ricky dengan perkataan “ada apa di Magelang?” Lalu Ricky menjawab “tidak tahu pak”.

Kemudian, terdakwa Sambo berkata lagi, “ibu sudah dilecehkan oleh Yosua”. Sambo lantas meminta Ricky dengan berkata “kamu berani nggak tembak dia (Yosua)?”, dijawab oleh Ricky “tidak berani pak, karena saya enggak kuat mentalnya pak”.

Sambo kemudian mengatakan kepada Ricky “tidak apa-apa, tapi kalau dia (Yosua) melawan, kamu backup saya di Duren Tiga”. Dan perkataan terdakwa Sambo tersebut tidak dibantah oleh Ricky.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.