Selanjutnya, Putra Kota Juang itu juga menambahkan, kata dia, intergritas para calon dirut serta komisaris juga menjadi hal penting untuk menjaga Bank Aceh Syariah dari pengaruh koruptif, kolusi dan nepotisme. Nah, lanjutnya, James meminta kepada Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk menyaring nama-nama calon Dirut dan Komisaris dengan cara Uji Publik.
“Agar Bank Aceh Syariah itu sehat pak Achmad Marzuki, sebelum nama-nama disodorkan kepada OJK Aceh untuk dilakukannya uji kepatutan dan kelayakan atau istilah anak milenial hari ini fit and proper test, Pak Achmad Marzuki harus mengumumkan terlebih dahulu pembukaan lowongan atau rekruitmen calon-calon direksi dan Komisaris di sebuah Media seperti misalnya Serambi Indonesia atau lainnya. Jadi pak Achmad Marzuki akhirnya bisa memperoleh nama-nama dari orang-orang yang mungkin lebih punya kopentensi di dunia perbankan syariah hari ini, contohnya dari para profesor-profesor dan doktor-doktor dari berbagai universitas yang ada di Provinsi Aceh, lalu diuji dan difilter dengan ketat kemudian diuji publik kembali agar masyarakat Aceh bisa mengenal orang-orang itu dan tidak main petak umpet seperti sebelum-sebelumnya yang akhirnya menciptakan ruang gelap yang digunakan oleh oknum-oknum di Internal Bank Aceh Syariah itu untuk memenuhi hasrat olah sana olah sini (Onani),” demikian James mengakhiri percakapannya dengan HARIANACEH.co.id.
































































































