Selasa, 28/05/2024 - 16:24 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Indonesia Dorong Negara G20 Hasilkan Kesepakatan Konkret Atasi Krisis Global

Pemerintah sebut kunci utama atasi krisis pangan global adalah negara G20 bersatu

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

 JAKARTA — Indonesia memegang Presidensi G20 tahun 2022 hingga puncaknya yaitu perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diadakan di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November mendatang. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 merupakan forum yang dinilai efektif dalam mengatasi krisis global. Pasalnya, secara kolektif, anggota G20 merepresentasikan lebih dari 80 persen perekonomian dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh


Keberlangsungan Presidensi G20 Indonesia akan mampu terus mendorong terciptanya solusi bagi berbagai krisis global termasuk kesepakatan ketersediaan pangan untuk bisa mengatasi ancaman krisis pangan global.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak


Peran Indonesia dalam hal tersebut menjadi sorotan bagi perekonomian global. Kesepakatan-kesepakatan yang muncul tidak terlepas dari performa perekonomian Indonesia yang dinilai cakap untuk memimpin G20.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Ekonom INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan, negara G20 akan berkomitmen bersama-sama dalam mengatasi krisis pangan global. “Memang mereka sudah berkomitmen untuk bersama-sama setidaknya punya urgensi terkait krisis pangan, karena salah satu persoalan krisis pangan yaitu nutrisi dan kemiskinan,“ kata Andri, Kamis (10/11/2022)

Berita Lainnya:
Niat Kerja di Korea Selatan? Intip Bocoran Lowongan Profesinya


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan bahwa kunci utama dalam mengatasi masalah krisis pangan global adalah dengan bersatu dan berkolaborasi dalam mengatasi krisis pangan global secara bersama-sama. “Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang,” ujar Syahrul.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


Sejalan dengan hel tersebut, Indonesia sebagai Presidensi G20 menjadi penggerak dan pendorong dalam upaya transisi energi berkelanjutan. Hal ini terbukti dari komitmen pemerintah dalam penggunaan kendaraan listrik selama Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Selain itu, dalam komitmen penerapan transisi energi berkelanjutan, pemerintah menginisiasi dalam menyusun Peta Jalan Net Zero Energy 2060 bersama dengan Badan Energi International (IEA).

ADVERTISEMENTS


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, dalam upaya transisi energi berkelanjutan, pihaknya akan memperbanyak penggunaan energi listrik dan penggunaan beberapa variable energi terbarukan.

ADVERTISEMENTS


“Sebagai bagian dari upaya itu, pembangkit listrik yang dibangun setelah 2030 hanya akan menggunakan energi baru dan terbarukan. Mulai tahun 2035, pembangkit listrik akan didominasi oleh berbagai variabel energi terbarukan, sedangkan pembangkit listrik tenaga nuklir, akan masuk dalam sistem ini, pada awal tahun 2040,” kata Arifin.

Berita Lainnya:
Lemigas Mulai Uji Coba Bahan Bakar B40 di Mesin Genset Gedung


Presidensi G20 Indonesia dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan di Bali akan membahas tiga isu prioritas, salah satunya adalah transisi energi berkelanjutan. Untuk itu, Forum G20 dapat menghasilkan beberapa kesepakatan konkret dalam mendukung Peta Jalan Transisi Energi untuk mempercepat transisi energi bersih, berkelanjutan, adil, terjangkau dan inklusif.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi