BANDA ACEH – Geliat pemilihan calon direktur utama Bank Aceh masih terus berlangsung. Sampai saat ini proses rekruitmen mencari orang yang cocok untuk menjabat posisi prestisius di Bank milik rakyat Aceh itu terus dinanti-nanti dan mengerucut menyisakan beberapa nama saja.
Dari informasi yang disampaikan James NKRI kepada HARIANACEH.co.id, Rabu sore (7/12/2022), ia menyebutkan proses rekruitmen dirut Bank berplat merah itu hanya menyisakan tiga nama di akhir, di antaranya adalah seorang bankir berasal dari Bank DKI Jakarta bernama Nanang Hendriana, kemudian Asep Saripuddin yang juga berasal dari eksternal dan yang terakhir berasal dari internal Bank Aceh Syariah itu sendiri yaitu bernama Muhammadsyah.
Sebelumnya, James NKRI alias Zulfan kepada HARIANACEH.co.id menjelaskan, kata dia, dari 13 kandidat akan mengerucut menjadi 6 (enam) kandidat yang dinyatakan lulus seleksi. Di antaranya dari pihak eksternal bernama Nanang Hendriana dan Asep Saripuddin, sedangkan dari internal bank Aceh yaitu Amal Hasan, Budi Kafrawi, Iskandar dan yang terakhir Muhammadsyah.
“Dari 13 kandidat saat itu yang lulus seleksi hanya 6 nama saja dan dari 6 nama itu nantinya akan menyisakan 3 nama dan dari 3 nama itu, 2 nama yang akan dikirimkan nama-namanya ke Jakarta oleh OJK Aceh untuk mengikuti tahapan proses akhir sesuai yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik,” ujar James NKRI.
Kata James, dirinya merasa malu sebagai warga Aceh, pasalnya dari tiga nama yang ia ketahui, dua nama justru berasal dari eksternal yaitu Nanang Hendriana dan Asep Saripuddin, dan satu nama lagi tersisa adalah Muhammadsyah.
“Dua nama berasal dari eksternal yaitu Nanang Hendriana dan Asep Saripuddin yang lulus seleksi setelah disaring dari enam nama, lucunya nama dari internal itu justru yang muncul adalah Muhammadsyah, tidak ada nama Amal Hasan, Budi Kafrawi dan Iskandar, padahal ketiga nama yang berasal dari internal bank Aceh itu adalah bankir senior saat ini. Sebut saja seperti Amal Hasan, saat ini ia menjabat bahkan sebagai Direktur Dana dan Jasa, kan lucu ya ia tidak lulus seleksi,” tutur pengusaha Cigar asal Bireuen itu.
Lanjut James lagi, Bank Aceh itu perlu penyegaran struktur dan harus memberangus habis budaya senioritas dan budaya orang internal atau orang eksternal. Ketika budaya senioritas dan orang internal atau eksternal itu masih terus diperlihara dan menjadi bagian dari perilaku para pegawai di internal Bank Aceh, maka dapat dipastikan korporasi perbankan yang bernama bank Aceh itu akan selalu jalan di tempat dan saling sikut menyikut antar sesama pegawai.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler