IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

KNEKS: Indonesia-Malaysia Perlu Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Halal

Mixue tak Kunjung Dapat Sertifikat Halal, LPPOM MUI Jelaskan Alasannya

Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama mengembangkan industri halal.

 JAKARTA — Komite Nasional dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyatakan, Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama guna mengembangkan industri halal. Seperti diketahui, Indonesia merupakan pasar produk halal terbesar dan Malaysia salah satu eksportir produk halal terbesar pula.

“Saya pikir kita perlu kolaborasi untuk membangun ekosistem halal,” ujar Direktur Industri Produk Halal KNEKS Afdhal Aliasar dalam Malaysia-Indonesia Halal Forum and Industry Engagement 2023 yang dipantau secara virtual, Selasa (17/1/2023).

Ia menyampaikan, kerja sama terkait jaminan sertifikasi halal sangat penting. Kendati demikian, upaya membangun ekosistem lebih penting.

“Kita perlu lihat lebih dari itu, bagaimana membangun ekosistem. Bagaimana industri di Malaysia dan Indonesia bisa kerja sama. Indonesia punya raw material dan Malaysia punya manufakturnya,” tutur dia.

BACAAN LAIN:
Ekonom UI: Pertumbuhan Ekonomi pada 2022 Capai 5,18-5,20 Persen

Saat ini, kata Afdhal, Indonesia tengah menyiapkan Masterplan Industri halal. Indonesia pun memiliki inisiatif dalam memperkuat perdagangan halal global, yaitu kodifikasi ekspor halal atau barang-barang impor.

Dijelaskan, tujuan dari kodifikasi halal yaitu mengintegrasikan data barang-barang bersertifikasi halal dengan transaksi ekspor impor menggunakan kode Harmonised System (HS). “Bicara halal, ekosistem industri kita mungkin tidak punya angka pasti terkait jumlah ekspor dan impor. Tapi, bagaimana untuk memperkenalkan produk halal ke pasar dunia, karena perkembangan industri perlu informasi, jadi kita ingin membuka informasi tentang halal ke dunia,” jelas dia.

BACAAN LAIN:
Selain Himbara, BUMN-BUMN Lain Bakal Cetak Rekor Laba Tertinggi

Caranya, lanjut Afdhal, dengan mendorong Mutual Recognition Agreement (MRA) di antaranya badan sertifikasi halal yang meliputi intercharge sertifikat halal elektronik dan adopsi kode HS untuk ekspor impor barang ekspor halal. Ini demi memperkuat rantai nilai halal global dan mengimplementasikan jaminan halal sesuai mandat hukum halal Nomor 33 Tahun 2014.

Menurutnya, tahun ini merupakan momentum tepat dalam menginisiasi program di atas melalui agenda ASEAN Chairmanship 2023. “Akan dimulai antara negara-negara ASEAN dan nonanggota ASEAN lainnya, diikuti oleh negara-negara OKI,” tuturnya. 

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
terganggu
Terganggu
0
terkejut
Terkejut
0
parah
Parah
KNEKS: Indonesia-Malaysia Perlu Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Halal
Login

Halaman Login/Daftar Harian Aceh Indonesia, jika belum punya akun silahkan buat akun sekarang untuk memanfaatkan keistimewaannya, dan sepenuhnya gratis!