BANDA ACEH – Akibat tidak adanya transparasi dalam sistem rekrutmen dan lebih mengedepankan kepentingan segelintir kelompok dari oknum-oknum yang saat ini diduga masih terus bercokol dan membentuk ‘Geng Maop’ di Bank Aceh, maka menyebabkan lika-liku proses rekrutmen berjalan lama dan menjadi carut-marut. Bahkan, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dibuat pusing tujuh keliling dengan munculnya narasi tarik menarik harus orang Aceh atau orang dari luar Aceh yang akan memimpin bank berplat merah itu setelah diserahkannya kembali dua nama calon Direktur Utama oleh OJK di detik-detik injury time pelaksanaan RUPS-LB.
Dari tokoh agama, tokoh akademis, tokoh LSM sampai tokoh politik lokal dan nasional ikut mencurahkan perhatiannya kepada Bank Aceh Syariah. Seksi betul memang jabatan Direktur Utama Bank Aceh itu. Demikian kata Ketua Harian CIC Provinsi Aceh, Sulaiman Datu kepada HARIANACEH.co.id, Kamis sore (2/3/2023) di Banda Aceh.
Selanjutnya, kata Sulaiman Datu. Selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Pj Gubernur Aceh didesak untuk segera mendemisionerkan para Dewan Komisaris dan diharapkan Dewan Komisaris jangan lagi direkrut dari orang-orang yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sebut saja contoh misalnya, seperti Komisaris Independen yang dulunya kalah Pemilukada di sebuah kabupaten di Provinsi Aceh lalu melobi Mantan Gubenur Aceh, Abu Doto alias Zaini Abdullah sambil merengek-rengek ditemani temannya yang juga Komisaris di BAS saat ini untuk dijadikan Komisaris di Bank Aceh Syariah.
“Inilah bagian dari cara-cara sikap eksklusivisme yang merupakan perilaku individu atau kelompok tertentu yang selalu berupaya mengisolasikan diri dan hanya mengedepankan kepentingan individunya atau kelompok tertentunya saja, ditambah juga ada perilaku etnosentrik yang dibangun oleh oknum-oknum di Dewan Komisaris saat ini yang berupaya mengumpulkan kelompok individu yang mengedepankan kedaerahannya saja, sehingga kerap terjadi disharmonisasi dengan Dewan Direksi yang akhirnya berdampak pula pada tingkat kesehatan Bank itu sendiri. Sebaiknya para pakar sosiolog, tokoh agama juga harus diberi ruang untuk menjadi komisaris di Bank Aceh,” sebut Sulaiman Datu.
Maka, untuk itu kata Sulaiman Datu, agar PSP dan para pemegang saham lainya seperti Bupati/Pj Bupati dan Walikota/Pj Walikota tidak dijebak dengan upaya-upaya tertentu yang terkesan manis serta lobi-lobi busuk yang hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi, alangkah bijaknya di Rapat Umum Pemengang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Pj Gubernur dan Bupati/Pj Bupati serta Walikota/Pj Walikota dengan segera mendemisionerkan seluruh Dewan Komisaris yang ada saat ini.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler