Kamis, 08/06/2023 - 01:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

AS Ingatkan Cina dapat Retas Infrastruktur, Termasuk Sistem Kereta Api

Serangan siber (ilustrasi). Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (25/5/2023), memperingatkan bahwa Cina mampu meluncurkan serangan cyber terhadap infrastruktur penting, termasuk jaringan pipa minyak dan gas serta sistem kereta api.

 WASHINGTON — Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (25/5/2023), memperingatkan bahwa Cina mampu meluncurkan serangan cyber terhadap infrastruktur penting, termasuk jaringan pipa minyak dan gas serta sistem kereta api. Peringatan itu disampaikan setelah para peneliti menemukan kelompok peretas Cina telah memata-matai jaringan-jaringan siber.

Sebuah peringatan multi-negara yang dikeluarkan pada Rabu mengungkapkan kampanye spionase siber Cina telah ditujukan pada target militer dan pemerintah di Amerika Serikat. Pemerintah Cina telah menolak pernyataan telah melakukan aksi spionase dengan mengincar target-target di Negara Barat, dan menyebut peringatan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai “kampanye disinformasi kolektif”.

BACAAN LAIN:
IMO Adopsi Resolusi Kecam Peluncuran Rudal Korut

Para pejabat AS mengatakan mereka masih dalam proses untuk mengatasi ancaman tersebut. “Kami memiliki setidaknya satu lokasi yang tidak kami ketahui sejak panduan perburuan dirilis, muncul dengan data dan informasi,” kata Rob Joyce, direktur keamanan siber Badan Keamanan Nasional AS (NSA), kepada Reuters.

Badan ini mengungkapkan rincian teknis sebelumnya untuk membantu penyedia layanan penting mendeteksi kegiatan mata-mata beberapa negara. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) secara terpisah mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memahami “luasnya potensi gangguan dan dampak yang ditimbulkan”.

 

“Itu akan membantunya memberikan bantuan jika diperlukan, dan secara lebih efektif memahami taktik yang dilakukan oleh musuh ini,” kata asisten direktur eksekutif CISA, Eric Goldstein, mengatakan kepada Reuters.

BACAAN LAIN:
Angkatan Laut AS Rilis Video Interaksi Kapal Cina di Selat Taiwan

Salah satu tantangan dalam mempertahankan diri dari spionase ini adalah kegiatan ini lebih terselubung daripada operasi mata-mata biasa, menurut para peneliti dan pejabat.

“Dalam kasus-kasus ini, musuh sering kali menggunakan kredensial yang sah dan alat administrasi jaringan yang sah untuk mendapatkan akses guna menjalankan tujuan mereka pada jaringan target,” kata Goldstein.

“Banyak metode pendeteksian tradisional, seperti antivirus, tidak akan menemukan gangguan ini.”

Analis dari Microsoft yang mengidentifikasi aktivitas tersebut, dimana mereka menamakan diri Volt Typhoon, mengatakan bahwa serangan tersebut “dapat mengganggu infrastruktur komunikasi penting antara Amerika Serikat dan kawasan Asia selama krisis di masa depan\l” – sebuah isyarat terhadap meningkatnya ketegangan AS-Cina terkait Taiwan dan isu-isu lainnya.

 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi
Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content