Sejumlah 200 profesor dan pakar undang-undang internasional, yang sebagian besar berasal dari universitas-universitas Amerika bekerja sebagai peneliti dan praktisi hukum internasional, studi genosida, studi internasional dan bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan keadilan global, mendukung Afrika Selatan di Mahkamah Internasional. Inilah sikap paling berani yang diakui dunia saat ini. Lalu apa yang di dapat? Tidak ada. Apakah Israel akan disanksi? Mohon jangan bermimpi.
Alih-alih memberikan keadilan dan perdamaian untuk Palestina, PBB malah mengecam konflik yang semakin luas kemana-mana. Pasalnya sejak 19 November 2023 kelompok Houthi Yaman menyerang kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di Laut Merah. Serangan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap warga Gaza.
Ternyata serangan ini mampu memukul kepentingan ekonomi Amerika dan menghambat perdagangan global, menyebabkan perusahaan pelayaran enggan melewati rute tersebut. Mereka beralih ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga menaikkan waktu dan biaya perjalanan secara signifikan.
Saat ini Yaman menahan kapal kargo Galaxy Leader yang dioperasikan Jepang dan memiliki afiliasi dengan Israel. Dewan keamanan PBB merespon tindakan tersebut dengan mengadopsi resolusi yang mengutuk serangan Houthi. Sementara PBB tidak mengutuk pemboman brutal yang diluncurkan Amerika dan Inggris terhadap Yaman.
Tampak betapa munafiknya sikap PBB dalam menghadapi dukungan Houthi atas Palestina. PBB tidak mengutuk aksi penjajahan dan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama lebih dari 75 tahun. PBB juga tidak mengutuk sikap Amerika, Inggris, Perancis dan Jerman saat mereka mengirim kapal-kapal induk beserta pasukan tempurnya ke mediterania untuk membantu Israel.
PBB tidak mengutuk bala bantuan yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia kepada Israel si teroris global. Sebaliknya PBB mengecam Hamas, karena aksi 7 Oktober 2023 yang merupakan momentum perjuangan pejuang Palestina memerdekan tanah air mereka. Lebih dari itu, PBB mandul dalam segala hal yang berkaitan dengan perdamaian dunia dan hak asasi manusia.
Lalu untuk apa lembaga ini? Bukankah dengan standar gandanya PBB telah menjadi penghambat bagi bangsa-bangsa yang dijajah untuk merdeka? Sebaliknya PBB justru melestarikan penjajah dan menjamin kebebasan bangsa penjajah untuk menjajah. Jika hukum internasional tak mempu menahan Israel, Amerika dan sekutunya, bukankah layak lembaga PBB ini dibubarkan???
Teroris Global
Penjajahan dan Genosida terhadap Palestina mengungkap wajah buruk Israel dan Ibu Asuhnya Amerika. Demi kepentingan ekonominya, Amerika dan Inggris melakukan pengeboman brutal membakar kota-kota Yaman. Inilah wajah asli Amerika, teroris kolonialis. Ekonomi lebih berharga dari nyawa manusia. Wikipedia mencatat bahwa tangan kotor Amerika dan sekutunya senantiasa ada di balik berbagai kekacauan dunia. Tindakan itu dilakukan baik secara terang-terangan maupun rahasia untuk mengubah, menguasai, mengganti dan mempertahankan pemerintahan di negara-negara asing.




























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…