UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Isu 2 Kursi untuk Nasdem di Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Kurangi Goncangan Hak Angket

Isu 2 Kursi untuk <a href=NasDem di Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Kurangi Goncangan Hak Angket” border=”0″ data-original-height=”360″ data-original-width=”640″ height=”225″ loading=”lazy” src=”https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj99OEPBPXkvC2G8kJxzIb3Ra4ZZJo3yDJR1cTfpFEMcGOj4-_5haegaio3mTd7rvtme4hNcl9GWC-2UHUMh6pucyvTVLjYabi3kgPmWXNS0llVZUhGebtsmMbGSxSikoxpY6YXJloaL9owaT5YnDbY8AmWbbdTGYfeD7S3vfIgJBr7qjhbz0VzlMSdzcxV/w400-h225-rw/,ov%5Bpd.jpeg” width=”400″/>BANDA ACEH –  Rumor penawaran dua kursi kabinet untuk Partai Nasdem dalam pemerintahan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka mendatang dianggap bertujuan untuk mengurangi goncangan selama Pilpres 2024. Termasuk menahan rencana menggulirkan hak angket pemilu di DPR RI.

Menurut Pengamat Politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, jika rumor Nasdem dapat kursi menteri di Koalisi Indonesia Maju benar terjadi, maka Nasdem dinilai punya peran sebagai penentu. Mengingat, Koalisi Indonesia Maju merasakan betul adanya goncangan selama proses Pilpres 2024.

Berita Lainnya:
Kepala BGN Dinilai Tak Becus, Empati Nol di Tengah Bencana, Mundur Saja lah!

“Goncangan itu muncul dari adanya protes sebagian publik Indonesia atas dugaan kecurangan pilpres yang kemudian bergulir menjadi penggunaan hak angket oleh parpol yang kandidatnya kalah. Penawaran kursi menteri kepada Nasdem ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi goncangan itu,” kata Wildan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/3).

Berita Lainnya:
Presiden Prabowo Diminta Berhati-hati Sikapi Usul Koalisi Permanen Bahlil

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia ini menduga, jatah dua kursi menteri bagi Nasdem berkorelasi dengan menguatnya usulan penggunaan hak angket yang berpotensi dimotori oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Dengan kompensasi dua kursi menteri, Nasdem diharapkan tidak ikut serta mendukung usulan penggunaan hak angket,” pungkas Wildan. rmol news logo article

Reaksi

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website