UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Pernah Kritik Tajam Nadiem, Ini Saran Jusuf Kalla untuk Calon Menteri Pendidikan di Kabinet Prabowo

Selain itu, JK juga membongkar tabiat Nadiem yang jarang datang ke kantor sebagai Mendikbud.

“Ada kemudian Mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman guru, bidang pendidikan, tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor,” ujar JK.

Karena hal tersebut, JK meminta kepada Presiden Terpilih 2024, Prabowo Subianto agar memilih Mendikbud dengan hati-hati dan yang mengerti pendidikan.

Aksi Kaninus 16

“Karena bagaimana, berapa puluh anggaran dikasih kalau CEO-nya begini, bagaimana bisa jadi. Saya kira pak sekjen lebih tahu dari saya tentang keadaan,” tegas JK.

“Untuk pemerintah yang akan datang tolonglah dipilih menteri yang ngerti pendidikan,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan JK itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati memastikan, Prabowo akan mencermati latar belakang dan kapasitas setiap orang yang akan ditunjuk sebagai menteri.

Sebab, mereka yang akan menjadi menteri nanti harus mampu mengeksekusi program dan visi misi Prabowo-Gibran Rakabuming Raka, serta mengerti birokrasi.

“Semua calon-calon menteri, itu kenapa butuh waktu yang cukup lama, karena pasti akan dilihat dari kapasitas, akan dilihat dari latar belakangnya full ya,” ujar Sara di Jakarta Theater, Jakarta, Minggu (8/9/2024), dilansir Kompas.com.

“Semua itu harus dipertimbangkan ya. Siapa yang jadi (menteri), kita enggak tahu, kita lihat saja. H-5 menit juga bisa berubah,” ujar Sara.

Pengamat Nilai Kritik JK ke Nadiem Sudah Tepat

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menilai masukan JK soal posisi Mendikbud itu sudah sudah tepat.

Sebab, isunya bukan hanya soal mismatch masalah disrupsi di dunia pendidikan dengan lebih banyak teknologi saja.

Namun, ini terkait dengan manajemen pendidikan yang fundamental.

“Ini ada masalah manajemen pendidikan yang sifatnya fundamental, jadi dalam kritik itu Pak JK tepat untuk bilang bahwa ke depan harus hati-hati pilih menteri Pendidikan,” ucap Bhima dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin (9/9/2024).

“Apalagi menteri pendidikannya juga dikasih pos belanja tambahan makanan bergizi gratis, ada tambahan pekerjaan baru bahkan yang sangat menantang ke depannya,” imbuhnya.

Bhima mengakui jika Nadiem memang sukses menjadi CEO sebuah perusahaan ojek online, tapi menurutnya, Nadiem bukanlah sosok yang tepat untuk mengurusi manajemen pendidikan.

Maka dari itu, katanya, Nadiem banyak dikritik sejak awal menjabat sebagai Mendikbud.

“Dari awal sebenarnya sudah muncul banyak sekali kritik bahwa menteri pendidikan yang sekarang Pak Nadiem sepertinya memang kurang pas ya di pos Menteri Pendidikan.”

image_print
1 2 3
Logo
Stories

Bagaimana reaksi Kamu?

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.