BANDA ACEH -Dukungan Presiden ke-7 Joko Widodo terhadap kandidat di Pilkada 2024 dianggap berpengaruh terhadap netralitas aparatur negara, dan dapat merugikan kandidat lain yang tidak diendors orang tua dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.
Menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, Jokowi sedikit banyak berpengaruh bagi rakyat Indonesia. Terlebih lagi, Jokowi merupakan mantan presiden 2 periode yang masih cukup banyak diminati rakyat.
“Peluang Jokowi menarik simpati publik masih tergolong signifikan, terlebih berbagai program Jokowi masih sangat dirasakan sampai saat ini,” kata Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu, 17 November 2024.
Saiful menilai, hal tersebut membuat dilema bagi publik. Di satu sisi kedekatan Jokowi dengan rakyat tidak dapat dibendung, namun di sisi lain dukungan itu akan merugikan kandidat lainnya yang tidak diendors Jokowi.
“Bukan tidak mungkin dukungan Jokowi akan berpengaruh kepada netralitas aparatur negara. Kita tau ASN kita banyak yang merupakan pendukung Jokowi,” terang Saiful.
Terlebih lagi kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, beberapa waktu sebelum purna, Jokowi telah mencanangkan beberapa program yang pro terhadap ASN.
“Selain itu, Prabowo dalam beberapa kesempatan juga akan memperhatikan fasilitas dan tunjangan ASN. Maka hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap netralitas ASN kita,” pungkas Saiful.





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…