BANDA ACEH – Keputusan Febri Diansyah bergabung dalam tim pengacara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuai kritik tajam. Banyak pihak menilai langkahnya tidak sejalan dengan rekam jejaknya sebagai mantan Juru Bicara KPK.Febri pertama kali muncul sebagai pengacara Hasto dalam konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2025). Saat itu, ia menyebut dakwaan KPK terhadap Hasto sebagai “oplosan.”
Sikap Febri langsung mendapat respons keras dari berbagai kalangan. Eks penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, menilai kehadiran Febri tidak akan mempengaruhi jalannya kasus.
“Febri sebenarnya tahu fakta kasus ini saat jadi jubir KPK. Sekarang dia membela Hasto dan mengesampingkan fakta yang dulu dia tahu,” ujar Yudi, Jumat (14/3/2025).
Tak hanya itu, Ketua YLBHI Muhammad Isnur menilai Febri telah melanggar kode etik advokat. Ia menganggap Febri mengabaikan peran Hasto dan PDIP dalam pelemahan KPK tahun 2019.
“Keputusannya ini sangat berbahaya. Sebagai mantan juru bicara KPK, seharusnya dia tidak membela tersangka korupsi,” tegas Isnur.
Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, juga mengkritik keras langkah Febri. Ia menilai Febri tidak hanya membela Hasto di pengadilan, namun juga berupaya mengubah persepsi publik terhadap kasus tersebut.
“Bukan hanya di sidang, tapi Febri juga ingin mempengaruhi opini publik soal kasus Hasto,” ujar Novel.
Novel juga mengingatkan Hasto dan PDIP berperan dalam revisi UU KPK 2019, yang melemahkan lembaga antikorupsi tersebut.
Eks penyidik KPK lainnya, Praswad Nugraha, turut menyindir rekam jejak Febri yang kerap membela tersangka korupsi.
“Febri menambah daftar mantan pegawai KPK yang justru membela tersangka korupsi. Sebelumnya, dia juga membela SYL (Syahrul Yasin Limpo), yang akhirnya terbukti bersalah,” kata Praswad.
Ia juga menegaskan Febri tidak pernah menjadi penyelidik atau penyidik KPK, sehingga kehadirannya dalam tim pengacara tidak akan berdampak besar pada kasus Hasto.
“Meskipun dia mantan pegawai KPK, itu bukan tiket untuk membela koruptor demi kepentingan pribadi,” pungkas Praswad.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler